Arab Saudi Bantah Izinkan Wilayah Udaranya Digunakan Militer AS
JAKARTA - Arab Saudi membantah mengizinkan wilayah udaranyauntukoperasi militer ofensif di tengah ketegangan regional terkait perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dilansir ANTARA, Jumat, 8 Mei, stasiun TV Al Arabiya, yang mengutipsumber, melaporkanRiyadh berupaya meredakan ketegangan dan mendukung upaya mediasi Pakistan untuk mencapai kesepakatanmengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran.
"Kerajaan tidak mengizinkan penggunaan wilayah udaranya untuk mendukung operasi militer ofensif. Ada pihak-pihak yang mencoba memberikan gambaran yang menyesatkan tentang posisi Arab Saudi karena alasan yang mencurigakan,"kata sumber tersebut.
Sanggahan tersebut muncul setelah TheWall Street Journal melaporkan pada Kamis (7/5), Arab Saudi dan Kuwait telah mencabut pembatasan penggunaan pangkalan dan wilayah udara mereka oleh militer Amerika, yang diberlakukan setelah peluncuran operasi Amerika untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Baca juga:
Mengutip pejabat Amerika danSaudi, laporan tersebut mengatakanpemerintahan Trump sedang bersiap untuk memulai kembali operasi pengawalan angkatan laut bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, dengan dukungan angkatan laut dan angkatan udara AS setelah misi tersebut dihentikan sementara awal pekan ini.
Ketegangan regional telah meningkat tajam sejak Amerikadan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari hingga memicu pembalasan Iran terhadap Israel dan sekutu Amerika di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Amerika kemudian mengumumkangencatan senjata mulai berlaku pada 8 April dan dilanjutkan negosiasi dengan mediasi Pakistan, meskipun negosiasi itu gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Trump kemudian mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa menetapkan tenggat waktu, dilanjutkan dengan blokade angkatan laut dengan menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz tersebut sejak 13 April.
Pada Selasa, Trump mengatakan militer AS akan untuk sementara menghentikan "ProjectFreedom", yang diluncurkan untuk memulihkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, sambil tetap mempertahankan blokade Amerika dengan kekuatan dan efektivitas penuh.