Simeone Tetap Bangga dengan Perjalanan Atletico Madrid di Semua Ajang
JAKARTA - Diego Simeone menolak menyalahkan kegagalan wasit untuk memberikan penalti di babak kedua atas kekalahan Atletico Madrid dari Arsenal.
Wasit Daniel Siebert mengabaikan protes Atletico Madrid atas pelanggaran Riccardo Calafiori terhadap Antoine Griezmann pada menit ke-56 di Stadion Emirates.
Sang pengadil malah memberikan tendangan bebas kepada Arsenal atas pelanggaran Marc Pubill terhadap Gabriel beberapa detik sebelumnya.
Gol Bukayo Saka sebelum jeda memberi Arsenal kemenangan agregat 2-1 untuk melaju ke final Liga Champions di Budapest, di mana mereka akan menghadapi Paris Saint-Germain.
Baca juga:
"Saya tidak akan fokus pada hal sederhana seperti insiden Griezmann. Jelas sekali, itu pelanggaran. Wasit mengatakan ada pelanggaran yang dilakukan Marc (Pubill) terhadap salah satu pemain mereka."
"Saya tidak akan fokus pada itu. Itu hanya alasan, dan saya tidak ingin membuat alasan," kata Simeone dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Simeone mengatakan dia merasa tenang dan damai setelah timnya memberikan segalanya selama dua leg pertandingan.
"Kami sampai di tempat yang tidak pernah dibayangkan siapa pun, bersaing dengan tim yang memiliki kekuatan luar biasa. Saya bangga berada di posisi saya sekarang."
"Pada pramusim, ketika tim diperkenalkan, saya mengatakan kami akan bersaing. Kami bersaing. Sayangnya, kami belum memenangi apa pun, tetapi kami telah mencapai tempat-tempat yang tidak mudah dicapai," kata Simeone.
Atletico Madrid akan mengakhiri musim tanpa trofi--setelah juga kalah di final Copa del Rey dan tertinggal jauh di belakang Barcelona dan Real Madrid di LaLiga--tetapi Simeone memuji kampanye timnya di Eropa, yang membuat mereka menyingkirkan Barcelona di perempat final.
"Kami telah berkembang pesat dalam setiap aspek, kami adalah klub yang diakui di Eropa dan dunia. Namun, para suporter ingin menang. Mencapai semifinal saja tidak cukup," ujar Simeone.