Pangkas Waktu Kerja dan Tekan Emisi dari Kemacetan, SIG Hadirkan Beton Cepat Kering untuk Solusi Perbaikan Jalan
JAKARTA - Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI) fase II tahun 2019 mencatat; kerugian ekonomi akibat kemacetan di kawasan Jabodetabek mencapai angka Rp100 triliun per tahun. Selain kerugian ekonomi, kemacetan juga berdampak besar pada kualitas hidup, di mana sektor transportasi menjadi penyumbang polusi udara terbesar.
Selain kepadatan kendaraan dan mobilitas yang tinggi, salah satu penyebab kemacetan juga adalah perbaikan jalan. Perbaikan jalan secara konvensional dapat memakan waktu 1 hingga 2 minggu. Tak hanya kerugian waktu dan ekonomi, polusi karena penutupan jalan juga menyumbang polusi udara.
Sebagai perusahaan penyedia bahan bangunan terbesar di Indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan inovasi konstruksi berkelanjutan melalui solusi beton cepat kering, SpeedCrete. Inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan perbaikan infrastruktur jalan yang selama ini kerap menimbulkan kemacetan akibat waktu pengerjaan yang panjang. Dengan pendekatan berbasis teknologi dan efisiensi, SpeedCrete menjadi bagian dari strategi SIG dalam mendorong transformasi industri konstruksi melalui solusi derivatif bernilai tambah.
SpeedCrete menggunakan teknologi rapid setting yang memungkinkan beton mencapai kekuatan awal dan siap digunakan dalam beberapa jam setelah pengaplikasian, sehingga pekerjaan perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan. Fleksibilitas waktu setting yang tersedia, mulai dari 3 hingga 12 jam, memungkinkan solusi ini disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan tingkat kepadatan lalu lintas di berbagai wilayah. Dengan keunggulan tersebut, SpeedCrete memberikan efisiensi waktu yang signifikan sekaligus meminimalkan potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan langkah strategis SIG dalam memperkuat peran sebagai penyedia solusi konstruksi terintegrasi yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.
”SpeedCrete tidak hanya menawarkan kecepatan pengerjaan, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen SIG untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang mampu meningkatkan daya saing sektor konstruksi nasional,” kata Vita Mahreyni, Rabu, 6 Mei.
Selain menghadirkan produk inovatif, SIG juga menawarkan layanan terintegrasi dalam implementasi SpeedCrete yang mencakup manajemen lalu lintas, pembongkaran perkerasan lama, pengecoran, hingga pembukaan kembali jalan dalam waktu singkat. Proses pengerjaan yang umumnya dilakukan pada malam hari memungkinkan jalan kembali digunakan pada pagi hari, sehingga dampak terhadap pengguna jalan dapat diminimalkan. Pendekatan ini memperkuat posisi SIG sebagai mitra strategis dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
Baca juga:
SpeedCrete telah diaplikasikan pada berbagai proyek strategis di Indonesia, antara lain perbaikan jalur Bus TransJakarta, kawasan Bundaran Patung Pemuda, Terminal Petikemas Koja, serta sejumlah ruas jalan tol seperti Tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Permata Panggang-Kayu Agung, Tol Jakarta-Merak, Tol Jabodetabek, Tol Pejagan-Pemalang, Tol Surabaya–Mojokerto, dan Tol Surabaya–Gempol.
Implementasi tersebut menunjukkan keandalan Solusi SpeedCrete dalam mendukung percepatan proyek tanpa mengorbankan kualitas konstruksi. Ke depan, SIG optimistis inovasi ini akan semakin memperkuat kontribusi perusahaan dalam pembangunan infrastruktur nasional yang efisien dan berkelanjutan.