Dana Nasabah Bank Naik 13,55 Persen, Airlangga Sebut Kepercayaan Publik Masih Terjaga
JAKARTA – Di tengah arus modal keluar dari pasar keuangan dan tekanan global yang belum reda, pemerintah mengklaim kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan domestik masih kuat. Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan dana masyarakat di perbankan.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dana pihak ketiga atau DPK perbankan tumbuh 13,55 persen. Menurut Airlangga, angka itu menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap sektor keuangan masih terjaga.
“Dana pihak ketiga berarti trust dari masyarakat tinggi,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 5 Mei.
Selain DPK, pertumbuhan kredit juga disebut masih bergerak positif di level 9,49 persen. Pemerintah melihat likuiditas domestik masih cukup kuat untuk menopang aktivitas ekonomi.
Airlangga mengatakan kondisi itu menjadi salah satu dasar pemerintah tetap optimistis terhadap arah pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga:
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen. Pemerintah menyebut angka itu berada di atas ekspektasi sejumlah lembaga yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sekitar 5,2 persen.
Di sisi lain, pemerintah mengakui arus modal keluar atau capital outflow masih menjadi perhatian. Outflow disebut terjadi dari pasar modal dan surat berharga negara atau SBN.
Meski begitu, Airlangga menilai sejumlah indikator ekonomi domestik masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Inflasi turun menjadi 2,42 persen. Neraca dagang juga surplus selama 71 bulan berturut-turut.
Realisasi investasi turut naik 7 persen menjadi Rp408,8 triliun.
Pemerintah dan Bank Indonesia, kata Airlangga, juga terus berkoordinasi untuk menjaga likuiditas dan stabilitas pasar keuangan di tengah tekanan global.