Dua Seksi Utama Tol Palembang–Betung Dikebut Rampung Kuartal III-2026, Intip Progresnya

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Jalan Tol Kayuagung–Palembang–Betung sebagai bagian dari penguatan konektivitas koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Dua seksi prioritas, yakni Seksi 1 Kramasan–Sungai Rengas dan Seksi 2 Sungai Rengas–Pangkalan Balai ditargetkan rampung pada kuartal III-2026.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, proyek jalan tol tersebut memiliki manfaat besar untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sumatera.

"Kami terus dukung pembangunan proyek ini agar selesai tepat waktu karena ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei.

Adapun Tol Kayuagung–Palembang–Betung (Kapalbetung) memiliki total panjang 111,69 kilometer dan menjadi bagian dari jaringan JTTS.

Ruas Kayuagung–Palembang sepanjang 37,62 kilometer telah beroperasi, sementara lanjutan menuju Betung sepanjang 69,19 kilometer masih dalam tahap pembangunan.

Pembangunan Tol Palembang–Betung dibagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 Kramasan–Sungai Rengas memiliki panjang 21,5 kilometer, Seksi 2 Sungai Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 33 kilometer serta Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung sepanjang 14,69 kilometer.

Saat ini, percepatan pembangunan difokuskan pada Seksi 1 dan Seksi 2 karena dinilai strategis dalam memperkuat konektivitas kawasan perkotaan Palembang menuju wilayah utara Sumatera Selatan serta mendukung kelancaran arus logistik lintas provinsi.

Berdasarkan progres terbaru, Seksi 1 mencatat, pembebasan lahan mencapai 95,43 persen dengan progres konstruksi sebesar 92,07 persen.

Sementara, Seksi 2 mencatat, progres pengadaan lahan 95,58 persen dan progres konstruksi sebesar 89,88 persen.

Kedua seksi tersebut ditargetkan selesai konstruksi pada kuartal III-2026.

Adapun Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung saat ini mencatat progres pembebasan lahan sebesar 86,15 persen dengan progres konstruksi mencapai 51,82 persen. Seksi tersebut ditargetkan rampung pada awal 2027.

Pembangunan Tol Kapalbetung dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero).

Pekerjaan konstruksi Seksi 1 dan Seksi 2 dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, sedangkan Seksi 3 dikerjakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur atau HKI.

Secara keseluruhan, proyek jalan tol itu memiliki nilai investasi sekitar Rp14,98 triliun dengan masa konsesi selama 50 tahun.

Kehadiran tol tersebut diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan Palembang–Betung dari sekitar tiga jam menjadi sekitar satu jam sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan.