Jelang Waisak, Arca Unfinished Buddha Dipindah agar Lebih Mudah Diakses
MAGELANG - Arca Unfinished Buddha atau Mbah Bhelet dipindahkan dari Museum Karmawibhangga ke Lapangan Kenari, kawasan Candi Borobudur, Magelang. Pemindahan ini dilakukan agar arca lebih mudah diakses masyarakat, wisatawan, dan peziarah menjelang Tri Suci Waisak pada 31 Mei 2026.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon hadir dalam Ritual Ageng Boyongan Mbah Bhelet, Minggu, 3 Mei. Ia mengatakan pemindahan arca tersebut telah dibahas dengan seniman, budayawan, tokoh lokal, serta para bante dan biksu.
“Harapannya, penempatan arca ini di Lapangan Kenari dapat menghadirkan nilai budaya dan spiritual yang lebih kuat, sekaligus membuatnya lebih aksesibel,” kata Fadli.
Arca Unfinished Buddha pernah berada di dalam tanah di bawah stupa induk Candi Borobudur. Setelah itu, arca tersebut disimpan di Museum Karmawibhangga sebelum dipindahkan ke lokasi baru di kawasan Borobudur.
Baca juga:
Fadli mengatakan prosesi adat yang menyertai pemindahan arca menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya. Prosesi itu meliputi pagelaran Wayang Ruwat oleh Ki Dalang Darmo Widjoyo dan doa yang dipimpin tokoh agama setempat.
“Dengan adanya tradisi ini, kita melihat satu perjalanan, spiritual journey, yang bertujuan untuk mendapat keberkahan dan kebaikan,” ujarnya.
Menurut Kementerian Kebudayaan, arca ini disebut belum selesai karena pahatannya tidak sempurna. Kondisi itu membuka ruang kajian ilmiah dan arkeologis, sekaligus memperlihatkan kekhasan peradaban di kawasan Borobudur.
Fadli menargetkan penataan pedestal dan patung selesai sebelum perayaan Tri Suci Waisak.
“Kita dorong agar pedestal dan patungnya bisa segera selesai sebelum perayaan Tri Suci Waisak tanggal 31 Mei 2026,” kata Fadli.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Taman Wisata Candi, Lembaga Adat Desa Borobudur, tokoh adat, tokoh budaya, serta pejabat Kementerian Kebudayaan.