Menteri Kebudayaan Buka Pintu Film Indonesia Masuk Pasar Tiongkok
JAKARTA - Indonesia mulai membidik ruang lebih besar di pasar film Tiongkok. Menteri Kebudayaan Fadli Zon bertemu China Film Administration atau CFA di Beijing, Senin, 27 April, untuk membahas kerja sama perfilman dua negara, mulai dari festival, pekan film, kerja sama teknis, hingga peluang produksi bersama.
Pertemuan itu penting karena Tiongkok bukan pasar kecil. CFA menyebut industri film mereka memproduksi lebih dari 1.000 judul setiap tahun. Pangsa film domestiknya menembus 83 persen. Jumlah layar bioskop di Tiongkok juga sudah lebih dari 93.000, dengan tambahan 2.200 layar baru pada 2025.
Fadli menilai skala itu membuka peluang bagi film Indonesia. Apalagi industri film nasional juga sedang tumbuh. Pada 2025, Indonesia memproduksi lebih dari 250 film. Jumlah penonton film lokal mencapai lebih dari 80 juta, atau sekitar 67 persen dari pasar domestik.
Menurut Fadli, capaian kedua negara bisa menjadi dasar kerja sama yang lebih konkret. Indonesia dan Tiongkok sebelumnya telah merintis kerja sama perfilman sejak 2017. Namun, kerja sama itu perlu diperbarui agar sesuai dengan perubahan industri saat ini.
Baca juga:
“Kerja sama perfilman Indonesia-Tiongkok perlu terus diperkuat sebagai instrumen diplomasi budaya sekaligus untuk menghadirkan narasi bersama yang dapat menjangkau audiens regional dan global,” ujar Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, 28 April.
Kementerian Kebudayaan menyebut kerja sama akan diarahkan pada beberapa agenda. Di antaranya partisipasi sineas Indonesia dalam festival film di Tiongkok, penyelenggaraan Indonesia-China Film Week pada 2027, kerja sama teknis antarpelaku industri, dan produksi bersama.
Produksi bersama itu akan diarahkan pada cerita yang mengangkat kedekatan sejarah dan budaya Indonesia-Tiongkok. Dengan begitu, kerja sama tidak berhenti pada pertukaran acara, tetapi bisa masuk ke rantai produksi dan distribusi.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran CFA, antara lain Executive Deputy Director-General Mao Yu, Director of Import Division Jiang Xiaoling, Director of Art Division Zhong Minglan, Director of International Division Xu Yang, Deputy Director of International Division Zhang Yahui, dan Staff of International Division Zhang Shuo.
Dari pihak Indonesia, Fadli didampingi Staf Ahli Menteri bidang Ekonomi dan Industri Budaya Anindita Kusuma Listya serta Staf Khusus Menteri bidang Rumah Tangga dan Protokoler Rachmanda Primayuda.