ASEAN Punya Pakta Minyak, Filipina Didesak Segera Aktifkan
JAKARTA - Ketegangan Timur Tengah membuat negara-negara ASEAN diminta tidak menunggu pasokan minyak terganggu lebih dulu. Senator Filipina Sherwin Gatchalian mendesak pemerintahnya mendorong pengaktifan pakta keamanan minyak kawasan.
Dilansir Philippine News Agency (PNA), Selasa, 28 April, Gatchalian mengatakan Filipina punya posisi kuat karena menjadi tuan rumah KTT ASEAN tahun ini. Menurut Gatchalian, Manila bisa mendorong agar ASEAN Petroleum Security Agreement atau APSA benar-benar dijalankan.
APSA adalah kerangka kerja yang dibuat pada 2009. Tujuannya agar negara ASEAN saling membantu saat terjadi keadaan darurat energi.
Seruan itu muncul ketika ketegangan di Timur Tengah terus mengganggu pasar minyak global. Risiko pasokan tersendat dinilai bisa menekan ekonomi negara-negara kawasan.
“Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah menunjukkan betapa mudahnya guncangan dari luar dapat mengganggu pasokan energi kita dan mengancam pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota ASEAN,” kata Gatchalian, Ketua Komite Ad Hoc Senat untuk Respons Proaktif dan Pengawasan Strategi Krisis yang Tepat Waktu dan Efektif dikutip PNA.
Baca juga:
Salah satu mekanisme penting dalam APSA adalah Coordinated Emergency Response Measures. Lewat mekanisme ini, negara ASEAN dapat memasok minyak ke anggota lain yang mengalami kekurangan kritis.
Ukuran kekurangan itu tidak kecil. Yakni setara sedikitnya 10 persen dari kebutuhan domestik normal selama 30 hari berturut-turut.
Gatchalian menilai pengaktifan APSA akan memperkuat ketahanan energi ASEAN dan memberi bantalan saat pasokan terganggu.
“Sebagai tuan rumah KTT ASEAN tahun ini, kita memiliki platform untuk menghidupkan dan mengaktifkan kesepakatan lama ini,” ujarnya.
Gatchalian menekankan perlunya langkah cepat agar mekanisme regional yang sudah ada dapat dipakai penuh untuk menjaga keamanan energi dan stabilitas ekonomi ASEAN.