Cegah Dehidrasi di Tanah Suci, Jemaah Haji Dibekali Paket Kesehatan Khusus dari Embarkasi Padang
JAKARTA - Menjalankan ibadah haji di Tanah Suci bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga fisik. Cuaca panas ekstrem dan aktivitas padat selama rangkaian ibadah membuat jemaah rentan mengalami dehidrasi.
Karena itu, persiapan kesehatan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan sejak sebelum keberangkatan.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan Embarkasi Padang, Padang, membekali jemaah calon haji dengan paket kesehatan guna membantu mereka menghadapi kondisi cuaca di Arab Saudi. Wakil Ketua PPIH Kesehatan, Resnita, mengatakan bantuan tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan sebagai langkah pencegahan.
"Kami sudah memberikan paket dari Kementerian Kesehatan agar mereka tidak dehidrasi atau kepanasan selama berada di Tanah Suci," ujarnya seperti dikutip ANTARA, Kamis, 23 April.
Salah satu isi paket tersebut adalah botol minum multifungsi yang tidak hanya digunakan untuk minum, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk menyemprotkan air ke wajah atau kepala saat cuaca terasa sangat panas.
"Kalau mereka kepanasan, air dalam botol tadi bisa disemprotkan ke muka atau kepala," ujarnya.
Baca juga:
Selain itu, jemaah juga dianjurkan untuk rutin mengonsumsi oralit setiap dua jam sebagai upaya menjaga cairan tubuh tetap stabil selama beraktivitas.
Dalam kesempatan yang sama, PPIH kembali mengingatkan jemaah untuk menghindari kontak langsung dengan unta guna mencegah risiko penularan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus.
"Pada sosialisasi sebelumnya kita sudah sampaikan juga agar jemaah haji tidak bersinggungan langsung dengan unta," tuturnya.
Sebelum keberangkatan, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan tekanan darah, kadar oksigen, hingga denyut nadi. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar penentuan kelayakan jemaah untuk berangkat.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, menyebutkan bahwa pada musim haji 1447 Hijriah, embarkasi Padang akan memberangkatkan lebih dari 5.400 calon haji asal Sumatera Barat dan Bengkulu.
Kelompok terbang (kloter) pertama dijadwalkan berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau dengan total ratusan jemaah yang telah dinyatakan siap secara administrasi maupun kesehatan.