Tak Seperti di Venezuela, Pasukan AS Belum Sergap Kapal Kabur Blokade Selat Hormuz

JAKARTA - Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengungkapkan hingga saat ini pasukan AS yang menjalankan blokade di Selat Hormuz belum melakukan penyergapan dan menaiki kapal-kapal yang terafiliasi Iran.

Hal itu disampaikan Caine dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth di Pentagon, Kamis 16 April waktu setempat, dilaporkan The New York Times.

Caine mengatakan dalam operasi militernya memblokade Selat Hormuz dan potensi meluas hingga kawasan Indo-Pasifik, angkatan laut AS besar kemungkinan akan melakukan tembakan peringatan ke kapal-kapal yang mencoba menerobos blokade.

Namun, Caine menegaskan hingga saat ini pasukan AS belum melakukan pencegatan dan menaiki kapal pelanggar blokade di Selat Hormuz.

Upaya itu sempat dijalankan pasukan AS di era Pemerintahan Trump juga, saat AS menerapkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang keluar-masuk Venezuela pada akhir 2025-awal 2026.

Kala itu, AS mengerahkan kapal perangnya di perairan Karibia dan melakukan penyergapan terhadap tanker-tanker minyak yang terafiliasi Venezuela. Operasi militer AS ini dampak tegangnya hubungan Trump dengan Nicolas Maduro yang kala itu memimpin Venezuela.

Departemen Pertahanan AS dalam akun media sosialnya pada 15 Januari 2026, juga sempat mengunggah tindakan pasukan AS naik ke atas dek kapal tanker yang melanggar blokade terkait Venezuela.

Di momen yang sama, AS menggunakan kapal perangnya juga membom kapal-kapal kecil di Karibia selatan dengan dalih memerangi perdagangan narkoba meski acap kali tanpa menunjukkan bukti setelah menghancurkannya.