Gula Darah Tinggi Bisa Picu Gangguan Mata hingga Kebutaan

JAKARTA - Diabetes adalah penyakit kronis atau gangguan metabolisme menahun yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia). Namun, diabetes tak hanya berdampak pada kadar gula darah tubuh saja.

Penyakit tersebut juga dapat menyerang berbagai organ tubuh, termasuk mata. Dokter spesialis mata Eka Hospital Permata Hijau, dr. Dearaini, mengatakan bahwa mata menjadi salah satu organ yang rentan terdampak diabetes, karena memiliki pembuluh darah yang sangat kecil dan halus.

Saat gula darah tidak terkontrol dengan baik, maka pembuluh darah itu bisa rusak dan memicu berbagai gangguan, termasuk pendarahan. Pendarahan tersebut bisa sampai pada mata.

“Gula darah bisa ke mana-mana, salah satunya ke mata. Ini karena di mata pembuluh darahnya kecil sekali,” kata dr. Dearaini, saat temu media di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa, 14 April 2026.

Kondisi tersebut dikenal sebagai retinopati diabetik, yaitu komplikasi diabetes yang menyerang retina, bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya. Tingkat keparahannya dapat bervariasi dan tidak memiliki batas yang pasti.

Pada tahap awal, kerusakan mungkin hanya berupa pendarahan kecil berbentuk titik-titik, penipisan saraf mata, atau perubahan ringan lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi itu bisa menjadi lebih serius.

Untuk tahap lanjut atau proliferatif, tubuh akan membantuk pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah. Ini akan menyebabkan pendarahan lebih luas di dalam mata dan berisiko mengganggu penglihatan secara signifikan.

Pembengkakan pada makula juga dapat terjadi. Makula merupakan bagian tengah retina yang berperan penting dalam penglihatan yang tajam.

Apabila makula mengalami pembengkakan (edema makula), maka penglihatan bisa menjadi buram. Jika tidak ditanagni dengan baik, kondisi ini dapat berisiko terjadinya kebutaan.

“Kalau sudah bengkak di makula, biasanya harus disuntik obat untuk meredakan pembengkakan,” tuturnya.

Oleh karena itu, pasien diabetes juga sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk mencegah hal tak diinginkan terjadi pada mata. Mengontrol gula darah dengan baik juga harus dilakukan, agar kesehatan mata tidak terganggu.

“Jika kadar gula tetap tinggi, kerusakan pada mata bisa terus berlanjut meskipun sudah diterapi,” pungkas dr. Dearaini.