Radiasi Ponsel Berbahaya untuk Kesehatan Tubuh? Ini Kata Ahli
JAKARTA - Radiasi dari ponsel sering kali dikaitkan dengan risiko kesehatan serius, seperti kanker. Namun, penelitian terbaru menunjukkan kekhawatiran tersebut belum didukung bukti ilmiah yang kuat.
Ahli mengatakan ponsel memang memancarkan radiasi frekuensi radio (radiofrequency radiation). Jenis radiasi ini termasuk radiasi berenergi rendah dan juga ditemukan pada perangkat rumah tangga lain, seperti televisi, microwave, dan Wi-Fi.
Banyak yang menganggp karena ponsel digunakan dekat dengan kepala maka bisa memicu kanker. Namun, radiasi yang terbukti dapat merusak DNA dan memicu kanker adalah radiasi ionisasi, yang jauh lebih kuat dibandingkan radiasi dari ponsel.
Hal tersebut terbukti melalui berbagai penelitian yang telah dilakukan untuk melihat hubungan antara penggunaan ponsel dan risiko kanker. Salah satu studi besar yang didanai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2024 melibatkan hampir 5 ribu peserta.
Hasil studi itu menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan ponsel dan peningkatan risiko kanker otak. Temuan ini juga berlaku pada orang yang menggunakan ponsel dalam jangka panjang, bahkan lebih dari 10 tahun.
“Ini adalah studi paling lengkap yang pernah dilakukan, dan hasilnya memberikan kabar baik ponsel tidak otomatis menyebabkan tumor otak,” kata ahli neuro-onkologi, Dr. Herbert Newton.
Selain kanker, radiasi ponsel juga dikaitkan dengan penyakit jantung. Namun, para ahli juga menilai hubungan tersebut belum didukung dengan bukti ilmiah yang kuat.
Seorang ahli jantung, Dr. Karishama Patwa, mengatakan data saat ini tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat antara radiasi ponsel dan penyakit kardiovaskular.
“Bukti yang ada saat ini tidak mendukung adanya hubungan langsung antara radiasi ponsel dan penyakit jantung,” tuturnya.
Meskipun radiasi ponsel relatif aman, para ahli mengingatkan penggunaan ponsel berlebihan tetap memiliki risiko kesehatan. Fokus utamanya sebaiknya bukan pada radiasi, tetapi pada penggunaan ponsel yang berlebihan.
Paparan layar dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kelelahan mata, nyeri leher, dan gangguan postur tubuh. Penggunaan ponsel berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko stres, kecemasan, dan depresi, sehingga penggunaannya sebaiknya dibatasi.