ARKO Raup Laba Bersih Rp63,9 miliar Sepanjang Tahun 2025
JAKARTA - PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) membukukan laba bersih sebesar 52,9 persen menjadi Rp63,9 miliar sepanjang tahun 2025.
Komisaris Utama Perseroan, Arya Pradana Setiadharma, mengungkapkan bahwa Perseroan mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp343,3 miliar sepanjang tahun 2025, atau meningkat 43,7 persen yoy.
"Dari sisi operasional, Perseroan mencatatkan produksi listrik sebesar 151,8 MWh pada tahun 2025 atau tumbuh sebesar 56,1 persen yoy, didukung oleh mulai beroperasinya Proyek Yaentu dan serta komitmen Perseroan dalam menjaga kesinambungan pasokan listrik," ujarnya dalam keterangan kepada media dikutip Kamis 9 April.
Arya menambahkan, tak hanya fokus pada pengembangan bisnis, Perseroan juga berkontribusi dengan melakukan pengurangan gas rumah kaca melalui proyek pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan.
Sejak tahun 2017 hingga 2025, Perseroan berhasil mencatatkan reduksi emisi sebesar ±277.241 ton CO₂eq. Setelah Proyek Tomoni dan Proyek Pongbembe mulai beroperasi, ARKO memperkirakan total reduksi emisi akan bertambah ±181.503 ton CO₂eq per tahun.
Baca juga:
"Dengan demikian, target Net Zero Emission pada 2060 dapat semakin cepat kita raih,” sambung Arya.
Di sisi lain, ARKO juga berhasil mendapatkan Perjanjian Jual Beli Listrik atau Power Purchase Agreement(PPA) Proyek Pongbembe (20 MW) sebagai proyek pembangkit tenaga listrik keenam dan terbesar milik Perseroan.
"PPA ini berlaku selama 30 tahun terhitung sejak proyek mulai beroperasi dan diperkirakan akan beroperasi pada 2030. Estimasi produksi listriknya mencapai 97.218 MWh per tahun yang seluruhnya akan diserap oleh PLN," tandas Arya.