Serangan Israel ke Lebanon Merupakan Pelanggaran Berat Gencatan Senjata

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Iran menegaskan, serangan Israel terhadap Lebanon merupakan "pelanggaran berat" terhadap gencatan senjata antara Amerika Serikat dengan Iran.

Wamenlu Saeed Khatibzadeh menuduh Israel melakukan "serangan mendadak" terhadap Lebanon selama jeda dua minggu dalam kampanye pengeboman Presiden AS Donald Trump.

"Itu adalah pelanggaran berat, pelanggaran berat yang disengaja terhadap gencatan senjata," kata Khatibzadeh dalam sebuah wawancara dengan BBC, dilansir dari The National (9/4).

"Anda tidak dapat meminta gencatan senjata dan kemudian menerima syarat dan ketentuan, menerima area yang diberlakukan gencatan senjata, dan menyebut Lebanon di dalamnya dan kemudian sekutu Anda memulai pembantaian," urainya.

Wamenlu Khatibzadeh menambahkan, AS "harus memilih antara perang dan gencatan senjata" dan menegaskan bahwa harus ada "keamanan untuk semua, atau keamanan untuk tidak ada siapa pun".

"Jika Presiden Trump, seperti yang Ia cuitkan, tertarik pada perdamaian untuk seluruh Timur Tengah, dan karena Iran berkomitmen pada hal itu, kami meminta semua orang di Timur Tengah untuk mematuhi perjanjian dan gencatan senjata yang telah kami capai dengan Amerika, dan kami mengharapkan Amerika melakukan hal yang sama dengan sekutunya, rezim Israel," tegas Khatibzadeh.

Diberitakan sebelumnya, Israel melancarkan serangan ke Lebanon beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dengan Iran diumumkan. Israel mengatakan Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.

Pengeboman kembali dilakukan setelah Israel mengatakan mendukung Presiden AS Donald Trump yang memutuskan gencatan senjata, tetapi tidak termasuk di Lebanon.

Militer Israel (IDF) yang kembali melakukan serangan ke Lebanon pada 2 Maret, menggempur Lebanon pada Hari Rabu dengan dalih menargetkan kelompok Hizbullah.

"Aktivitas teroris Hizbullah memaksa IDF untuk bertindak tegas terhadapnya. IDF tidak bermaksud untuk membahayakan Anda. Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dari rumah Anda," kata juru bicara IDF Avichaya Adraee dikutip dari The Telegraph.

Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan serangan Israel di seluruh Lebanon pada Hari Rabu menewaskan 254 orang, sementara petugas kesehatan mengatakan 837 orang lainnya terluka.

Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan, mengakhiri serangan Israel terhadap Lebanon adalah salah satu syarat yang ditetapkan Tehran untuk perjanjian gencatan senjata yang dicapai dengan Washington.

Menurut media Iran, Presiden Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, usai pengumuman gencatan senjara Iran-AS.

Ia mengatakan, menghentikan serangan Israel terhadap Lebanon termasuk di antara 10 syarat yang dilampirkan pada perjanjian dengan Washington, dikutip dari Anadolu.

Presiden Iran mengatakan, Teheran telah bertindak secara bertanggung jawab dengan menerima usulan gencatan senjata dan telah menunjukkan kesediaannya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Sementara pejabat Iran dan Pakistan mengatakan perjanjian itu juga mencakup Lebanon, Israel bersikeras bahwa Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata tersebut.