5 Warga Luka Berat dan 100 KK Terdampak Akibat Gempa M 4,7 Guncang Flores Timur 

JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu malam, 8 April 2026. Dampaknya, puluhan warga terdampak dan belasan orang dilaporkan mengalami luka.

Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan gempa terjadi pukul 23.12 WIB dengan pusat berada di darat, sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka, pada kedalaman 5 kilometer.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan guncangan dirasakan cukup kuat oleh warga di sekitar lokasi terdampak.

“Pada saat gempa terjadi, guncangan dirasakan kuat selama 2 sampai 4 detik oleh warga," kata Abdul Muhari dalam Keterangannya, Kamis, 9 April.

Wilayah yang terdampak berada di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur. Hingga laporan sementara pada Kamis, 9 April 2026 pukul 11.00 WIB, tercatat lima warga mengalami luka berat dan 10 lainnya luka ringan.

Selain korban luka, sekitar 100 kepala keluarga terdampak akibat peristiwa tersebut. Penanganan darurat langsung dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Flores Timur yang telah berada di lokasi kejadian.

Petugas melakukan pendataan, memantau dampak gempa, serta mendirikan tenda pengungsian. Distribusi bantuan juga mulai dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

"BNPB terus memantau dan berkoordinasi dengan BPBD setempat guna melakukan langkah-langkah penanganan yang cepat, tepat dan akurat," ungkap Abdul Muhari.

Di tengah situasi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. "BNPB mengimbau agar warga tetap tenang. Warga segera berlindung jika gempa kembali terjadi dan menuju lapangan terbuka. Di samping itu, masyarakat dimints untuk selalu mengikuti arahan dan informasi dari petugas yang berwenang," tambahnya.