RI Siap Kirim Tenaga Kerja Perikanan ke Jepang Lewat Kerja Sama Ini

JAKARTA - Jepang melirik potensi besar tenaga kerja di sektor perikanan asal RI.

Menangkap peluang tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam The Project for Indonesia-Japan Circulation of Human Resources in Blue Economy.

Kerja sama tersebut ditandai melalui pertemuan courtesy call antara KKP dan JICA Experts dengan para pakar dari JICA di Jakarta, belum lama ini.

Sekretaris BPPSDM KKP Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Jepang melalui JICA serta menyambut kehadiran para ahli (experts) sebagai penanda dimulainya kerja sama sangat strategis ini.

"Kerja sama ini tidak hanya memperkuat kapasitas SDM kelautan dan perikanan Indonesia, tetapi juga menjawab kebutuhan tenaga kerja sektor perikanan di Jepang. Indonesia siap berkontribusi sebagai mitra andal dalam menyediakan tenaga kerja terampil, tersertifikasi dan sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Lilly dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 7 April.

Lilly menekankan pentingnya dukungan JICA Experts dalam penguatan sistem, standar pelatihan serta penyelarasan dengan kebutuhan industri di Jepang.

Proyek tersebut bertujuan memperkuat kapasitas SDM kelautan dan perikanan Indonesia agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang, sekaligus membangun sistem lebih baik dalam mekanisme penyiapan tenaga kerja.

"Kami berkomitmen untuk memastikan implementasi proyek ini berjalan efektif, terkoordinasi dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," katanya.

Lilly membeberkan, kegiatan dalam proyek meliputi pelatihan di Jepang, pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran modern serta penugasan tenaga ahli, termasuk pengajar bahasa Jepang.

Kerja sama itu akan berlangsung selama tiga tahun sejak kedatangan para ahli pada 30 Maret 2026, dengan lokasi pelaksanaan di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Kampus Jakarta, Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang serta Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon.

Pertemuan berlangsung dengan agenda pengenalan delegasi, pemaparan profil BPPSDM KP, penjelasan awal lokasi proyek serta diskusi rencana implementasi, termasuk penyiapan fasilitas kerja bagi para ahli di Politeknik AUP Jakarta.

Melalui kolaborasi tersebut, Lilly berharap, dapat terjalin kerja sama harmonis dalam meningkatkan kualitas SDM kelautan dan perikanan Indonesia, sekaligus mendukung program prioritas nasional serta memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor perikanan di Jepang secara saling menguntungkan.