Hutama Karya Percepat Proyek 324 Hunian Warga Kawasan Senen, Optimalisasi Aset-aset BUMN

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pembangunan 324 unithunian di kawasan Senen, Jakarta Pusat, sebagai langkah strategis mendukung program perumahan nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset BUMN.

Proyek tersebut menyasar penyediaan hunian layak di kawasan padat tepian rel Kelurahan Kramat, dengan pendekatan terintegrasi yang juga diharapkan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Akselerasi proyek itu merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto dan menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi backlog kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam implementasinya, Hutama Karya tidak hanya berperan sebagai kontraktor, tetapi juga memastikan perencanaan dan pembangunan memenuhi standar kualitas tinggi serta membentuk ekosistem hunian produktif secara ekonomi.

Percepatan proyek diperkuat melalui peninjauan Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Peninjauan tersebut menitikberatkan pada kesiapan teknis dan pemetaan aset lahan yang akan dikembangkan, sebagai fondasi percepatan eksekusi proyek.

Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam proyek tersebut. Hutama Karya bekerja sama dengan BP BUMN, Kementerian PKP, Danantara Indonesia, BPS dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memastikan proyek berjalan terarah dan memberikan dampak nyata.

Sinergi tersebut juga membuka peluang optimalisasi aset BUMN yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi sumber nilai ekonomi baru.

Dony Oskaria menegaskan pentingnya strategi tersebut.

"Aset-aset BUMN yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat kami dorong untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Kami tengah memetakan aset potensial lainnya guna mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan," ujar dia dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 6 April.

Dari sisi bisnis, proyek tersebut mencerminkan pendekatan government preneurship yang menggabungkan mandat sosial dengan efisiensi dan produktivitas aset negara.

Hutama Karya melihat proyek hunian itu sebagai peluang memperluas peran BUMN karya tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dalam pengembangan kawasan berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

Perseroan menargetkan pembangunan 324 unit hunian tersebut rampung pada 15 Juni 2026 mendatang.

Target waktu agresif itu menunjukkan dorongan percepatan eksekusi proyek sekaligus komitmen menghadirkan dampak sosial-ekonomi dalam jangka pendek.

Ke depan, pemerintah bersama BUMN akan mempercepat penyelesaian pemetaan aset dan tahapan pelaksanaan proyek agar program perumahan serupa dapat direplikasi secara lebih luas, transparan dan terukur, sekaligus memperkuat kontribusi BUMN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kebutuhan dasar masyarakat.