Konektivitas Pembayaran Makin Luas, Bank Indonesia dan Bank of Korea Resmikan Implementasi QRIS Lintas Negara

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bersama Bank of Korea (BoK) secara resmi meluncurkan implementasi kerja sama sistem pembayaran lintas negara berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antara Indonesia dan Korea Selatan pada Rabu, 1 April 2026.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan otoritas kedua negara, khususnya Bank of Korea, atas kemitraan yang dinilai kuat dan konstruktif hingga kerja sama tersebut dapat diimplementasikan.

"Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan baik kementerian dan lembaga, kedutaan, baik kedutaan Indonesia di Korea dan juga kedutaan Korea di Indonesia. Juga tentunya asosiasi dan pelaku industri yang telah berkontribusi sejak dari tahap desain, pengembangan, hingga implementasi," ujarnya dalam Launching QRIS Cross Border Korea Selatan, Rabu, 1 April.

Filianingsih menuturkan bahwa implementasi QRIS lintas negara dengan Korea Selatan menjadi salah satu yang tercepat dibandingkan kerja sama serupa, dengan proses kurang dari satu tahun.

Menurutnya, kolaborasi yang erat ini memastikan inovasi yang dibangun tidak hanya matang secara konsep, tetapi juga siap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pengembangan sistem pembayaran nasional mengacu pada Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang berlanjut ke BSPI 2030 sebagai kerangka strategis transformasi digital.

Dia menambahkan bahwa BSPI tidak hanya berfokus pada digitalisasi, tetapi juga mencakup aspek kedaulatan, efisiensi, serta konektivitas global.

"Dalam konteks ini, Qris Antar Negara berada di persimpangan dua pilar utama di BSPI kita melihat, yaitu pilar inovasi dan pilar internasional," jelasnya.

Dia menambahkan, pada pilar inovasi bertujuan meningkatkan efisiensi dan inklusi melalui pemanfaatan teknologi, sementara pilar internasional menitikberatkan pada penguatan konektivitas pembayaran antarnegara yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, tanpa mengabaikan aspek kedaulatan dan manajemen risiko.

Melalui pendekatan ini, kata Filianingsih, Indonesia tidak hanya berperan sebagai pengguna, tetapi juga sebagai mitra pengembang bersama bank sentral di kawasan dalam membangun ekosistem pembayaran global yang lebih inklusif dan lebih merata.

Filianingsih menyampaikan implementasi QRIS antara Indonesia dan Korea Selatan menjadi langkah konkret dalam memperluas konektivitas tersebut.

Menurutnya, selain mempermudah transaksi, kerja sama ini juga membuka peluang ekonomi, khususnya di sektor pariwisata dan perdagangan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat kedua negara.

"Ini tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih luas, baik di sektor pariwisata, kita tahu banyak orang Indonesia yang pergi ke Korea Selatan, mendatangi cafe-cafe drakor, gitu ya dan juga orang Korea yang datang ke Indonesia," jelasnya.

Dia menambahkan, dengan bergabungnya Korea Selatan sebagai mitra BI, jaringan konektivitas pembayaran Indonesia semakin luas, melengkapi kerja sama dengan negara-negara Asia lainnya.