Menteri Energi Jerman Desak Peninjauan Kembali Kebijakan Nuklir
JAKARTA - Menteri Urusan Ekonomi dan Energi Jerman Katherina Reiche mendesak peninjauan kembali atas sikap pemerintahnya terhadap energi nuklir karena alasan tingginya kerentanan akibat ketergantungan pada gas.
Menurut Reiche, Rabu, 1 April, harga minyak dan gas yang meroket telah menimbulkan beban tambahan berat bagi industri dengan intensif energi yang sudah berada di bawah tekanan besar.
"Kita memerlukan gas untuk mengamankan pasokan kita. Itu satu-satunya pasokan dasar yang tersisa. Secara politis, saya tidak punya alternatif," kata Reiche kepada surat kabar Financial Times sebagaimana dilansir ANTARA dari Sputnik.
Sebelumnya, pada 11 Maret lalu, Reiche mengatakan pasokan energi Jerman tetap aman, dengan paling sedikit ketergantungan terhadap negara-negara Teluk untuk impor gas.
Pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.
Baca juga:
Eskalasi ketegangan di Iran menyebabkan blokadede factoterhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Blokade itu juga berpengaruh pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut, sehingga mendorong kenaikan harga.