Dampingi Anak Menghadapi Ujian Sekolah Tanpa Tekanan, Ini Tips dari Psikolog
JAKARTA - Mendampingi anak saat menghadapi ujian sekolah bukan hanya soal memastikan mereka belajar, tetapi juga tentang bagaimana orangtua menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung. Di tengah tekanan akademik, peran orangtua menjadi penting untuk menjaga agar anak tetap merasa tenang, percaya diri, dan tidak terbebani secara berlebihan. Psikolog klinis anak dan remaja lulusan Universitas Padjadjaran, Michelle Brigitta Shanny, menekankan bahwa kondisi emosional orang tua sangat berpengaruh dalam proses belajar anak. "Kalau mendampingi anak ujian orang tua pastinya harus kondisi stabil agar proses belajar nggak jadi tekanan untuk anak. Semakin proses belajar menjadi tekanan buat anak, maka semakin nggak efektif,” ujarnya, seperti dikutip ANTARA, Selasa, 31 Maret. Menurutnya, ujian sebaiknya dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan sekadar penentu nilai atau ukuran kemampuan anak. Orangtua dapat membantu dengan menyusun waktu belajar yang lebih terstruktur namun tetap santai, misalnya dengan membagi waktu belajar menjadi sesi-sesi singkat agar anak tidak mudah lelah atau jenuh.
Memberikan jeda untuk beristirahat atau bermain juga penting agar anak tetap segar dan tidak merasa terbebani. Fokus utama sebaiknya diarahkan pada usaha yang dilakukan anak, bukan semata-mata hasil akhir.
"Fokusnya balik lagi ke proses dan usaha anak. Hindari orang tua bilang harus dapat nilai bagus, yang penting sudah usaha dan jangan lupa apresiasi,” jelasnya.
Selain itu, saat anak menghadapi kesulitan dan mencoba bercerita, orangtua diharapkan tetap tenang dalam merespons. Menjaga nada bicara dan ekspresi dapat membantu anak merasa lebih aman dan tidak tertekan.
Michelle menyarankan agar orangtua lebih banyak memvalidasi perasaan anak dibanding langsung memberikan solusi. Dengan begitu, anak dapat memahami bahwa kesulitan adalah bagian dari proses belajar, bukan tanda kegagalan.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu anak membangun kepercayaan diri serta melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang, bukan sesuatu yang harus ditakuti.