DeepSeek Tumbang 7 Jam! Chatbot AI China Alami Gangguan Terparah Sejak Viral

JAKARTA — Chatbot kecerdasan buatan milik perusahaan China, DeepSeek, mengalami gangguan operasional terpanjang sejak popularitasnya meledak pada awal 2025. Insiden ini menjadi sorotan di tengah tingginya ekspektasi global terhadap perkembangan teknologi AI generatif dari Negeri Tirai Bambu.

Berdasarkan laman status resmi perusahaan, layanan chatbot tersebut mengalami “major outage” selama 7 jam 13 menit, dimulai sejak dini hari hingga pukul 10.33 waktu setempat. Gangguan ini berdampak pada akses pengguna yang tidak dapat menggunakan layanan utama, termasuk interaksi langsung dengan model andalan mereka.

Gangguan Terbesar Sejak Era Model R1 dan V3

Gangguan ini menjadi yang terparah sejak peluncuran model unggulan seperti DeepSeek R1 dan DeepSeek V3, yang sempat viral dan mendorong lonjakan pengguna secara global. Sebelumnya, halaman chatbot untuk pengguna umum belum pernah mengalami gangguan lebih dari dua jam, menandakan skala insiden kali ini jauh lebih signifikan.

Meski demikian, perusahaan tidak memberikan penjelasan resmi terkait penyebab gangguan tersebut. Secara umum, insiden semacam ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari masalah server hingga bug akibat pembaruan sistem.

Data internal DeepSeek juga menunjukkan bahwa layanan API mereka—yang digunakan oleh pengembang untuk mengintegrasikan chatbot ke dalam aplikasi lain—pernah mengalami gangguan berhari-hari pada Januari 2025, tepat saat popularitasnya mencapai puncak.

Hingga kini, industri AI global masih menunggu kehadiran model generasi terbaru dari DeepSeek. Namun, perusahaan belum memberikan indikasi kapan pembaruan tersebut akan dirilis, menambah ketidakpastian di tengah persaingan ketat teknologi AI yang terus memanas.

Ikuti Whatsapp Channel VOI