Menag Ajak Umat Perkuat Empati di Momentum Idulfitri
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat empati dan kepedulian sosial.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya sekadar ritual menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang lebih peduli dan berempati.
“Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial. Di balik rasa lapar dan dahaga, tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian pada mereka yang kekurangan,” kata Menag Nasaruddin Umar dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Minggu 22 Maret dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan gema takbir yang berkumandang menandai berakhirnya Ramadan, sekaligus menjadi simbol kemenangan spiritual yaitu kemampuan menjaga nilai-nilai Ramadhan sampai sebelas bulan mendatang.
“Kemenangan sejati bukanlah sekadar kembalinya kita pada rutinitas, tetapi keberhasilan menjaga nyala api kesalehan,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Ia juga mengingatkan Idulfitri adalah momentum untuk menyemai kebaikan dan meraih keberkahan.
Keberkahan, kata Menag, hanya hadir pada hati yang terbuka dan pada mereka yang aktif menebar manfaat bagi lingkungan sekitar.
Karena itu ia mengajak umat Islam untuk tidak membiarkan semangat Ramadan berakhir seiring datangnya Idulfitri.
Ia mengatakan nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan kepedulian yang telah dilatih selama Ramadan harus terus dijaga dan dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan gema takbir yang berkumandang menandai berakhirnya Ramadan, sekaligus menjadi simbol kemenangan spiritual yaitu kemampuan menjaga nilai-nilai Ramadhan sampai sebelas bulan mendatang.
“Kemenangan sejati bukanlah sekadar kembalinya kita pada rutinitas, tetapi keberhasilan menjaga nyala api kesalehan,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Ia juga mengingatkan Idulfitri adalah momentum untuk menyemai kebaikan dan meraih keberkahan.
Keberkahan, kata Menag, hanya hadir pada hati yang terbuka dan pada mereka yang aktif menebar manfaat bagi lingkungan sekitar.
Baca juga:
Karena itu ia mengajak umat Islam untuk tidak membiarkan semangat Ramadan berakhir seiring datangnya Idulfitri.
Ia mengatakan nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan kepedulian yang telah dilatih selama Ramadan harus terus dijaga dan dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.