Sekutunya Ogah Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Trump: Mereka Enggan Ambil Risiko

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump menanggapi penolakan sebagian besar negara sekutunya untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.

Selat Hormuz yang merupakan jalur seperlima pasokan minyak dunia tertutup bagi pelayaran internasional buntut dari serangan AS-Israel terhadap Iran.

“Dibutuhkan dua pihak untuk berdansa. Kita harus meminta orang-orang untuk membawa kapal mereka yang bernilai miliaran dolar dan, Anda tahu, mengemudikannya ke sini [Selat Hormuz],” kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa 17 Maret WIB, dikutip dari The Guardian.

Sejauh ini sekutu AS yang diajak Trump untuk mengirimkan kapal perangnya telah menyatakan menolak. Tercatat Prancis, Australia, Inggris dan Jepang ogah bergabung dengan AS mengerahkan alutsista lautnya demi mengendalikan Selat Hormuz.

Bahkan China yang umumnya tidak dekat secara bilateral dengan AS diajak oleh Trump dengan tegas menyatakan menolak.

“Kapal-kapal ini sangat mahal,” klaim Trump.

“Mereka tidak ingin mengambil risiko,” sambungnya.

Trump kemudian berdalih, sejumlah perusahaan pemasok sumber energi minyak dan gas dunia tertahan tidak dapat melewati Selat Hormuz akibat kebijakan keras Iran tanpa ada pemicunya.

“Kita tidak tahu apakah mereka bahkan memasang ranjau. Tetapi anggapan bahwa mereka mungkin melakukannya, sudah cukup untuk membuat orang mengatakan, ‘kita tidak membutuhkannya’,” katanya.