Korsel Kaji Permintaan Trump Kirim Kapal ke Selat Hormuz
JAKARTA - Kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan akan mempertimbangkan dengan cermat permintaan Presiden AS Donald Trump untuk mengirim kapal ke Selat Hormuz.
Seorang pejabat di kantor itu mengatakan Korea Selatan (Korsel) mencermati unggahan Trump di media sosial tentang Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak utama di kawasan Teluk, yang ditutup oleh Iran selama perang melawan AS-Israel.
Pada Sabtu akhir pekan lalu,Trump meminta Korsel dan negara-negara lain yang terdampak untuk mengirim kapal agar selat tersebut tetap "terbuka dan aman," di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pengiriman minyak global.
Trump juga menyebut China, Prancis, Jepang, dan Inggris sebagai negara yang terdampak "pembatasan sepihak" oleh Iran di selat itu.
"Keamanan jalur maritim internasional dan kebebasan navigasi sejalan dengan kepentingan semua negara dan dilindungi oleh hukum internasional," kata pejabat itu dilansir ANTARA dari Yonhap, Senin, 16 Maret.
"Berdasarkan hal itu, kami berharap jaringan logistik maritim global segera kembali normal," katanya.