Angkat Motif Zaitun hingga Bunga Dahlia, Koleksi Modest Wear Ini Terinspirasi dari Semangat Perempuan Palestina
JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idulfitri, tak sedikit desainer menghadirkan beragam inspirasi busana Lebaran yang tidak hanya menonjolkan keindahan desain, tetapi juga sarat makna.
Koleksi busana muslim kini kerap mengangkat cerita, nilai budaya, hingga pesan kemanusiaan yang dituangkan melalui siluet, motif, dan detail pakaian.
Hal tersebut terlihat dalam gelaran Ramadan Rhapsody 2026, di mana salah satu koleksi busana mengambil inspirasi dari ketabahan perempuan Palestina. Dalam peragaan tersebut, karya yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga semangat perjuangan yang menjadi latar belakang konsep desainnya.
Desainer Fiorellya by Dwee, Dwi Wahyuni, menghadirkan koleksi bertajuk Noore untuk Raya 2026 yang terinspirasi dari kegigihan para perempuan khususnya di Palestina. Koleksi ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
"Pohon zaitun dan bunga dahlia dihadirkan di dalam busana menjadi tanaman representasi kegigihan. Koleksi ini berkaca pada jejak kaum muslimah di masa lalu yang mengartikan busana bukan hanya sarana penutup tubuh, melainkan kehormatan, identitas, dan cahaya diri," ujar Dwi Wahyuni.
Inspirasi tersebut diterjemahkan melalui berbagai detail desain, mulai dari siluet dengan modifikasi lengan berbentuk mahkota hingga penggunaan material seperti silk bermotif floral, viscose, lycra, dan tulle. Selain itu, potongan kain berbentuk mahkota bunga dan dedaunan dipadukan dengan bead serta kristal untuk membentuk detail tangkai zaitun yang memperkuat konsep koleksi Noore.
Menurut Dwi, koleksi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi busana Lebaran, tetapi juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan kemanusiaan.
Baca juga:
"Melalui koleksi Noore, kami berharap dapat terus mengingatkan umat manusia untuk terus gigih bersuara dan berjuang bersama untuk mendukung Palestina," kata dia.
Selain Fiorellya by Dwee, gelaran hari ketiga Ramadan Rhapsody 2026 juga menampilkan berbagai koleksi dari sejumlah desainer, seperti Wina Sadikin, Kaia, Rryni House, Coenrad by Kunce Manduaspessy, dan Cerita Naara.
Ketua Fashion Rhapsody Ariy Arka mengatakan setiap desainer menghadirkan konsep berbeda sesuai karakter masing-masing. Salah satu yang menarik adalah kolaborasi Cerita Naara dan Abeey yang menghadirkan koleksi busana pasangan untuk Raya 2026.
"Kedelapan desainer mengeluarkan tema berbeda sesuai karakteristik masing-masing. Tapi spesialnya tahun ini Cerita Naara dan Abeey berkolaborasi merilis couples outfit raya collection 2026. Kami masih mengusung tema etnik dengan mengadopsi gringsing Bali,” ujar Ariy Arka.
Untuk memperkuat nuansa etnik tersebut, detail busana dilengkapi dengan bordir, sulam, serta tambahan lace. Pilihan warna yang digunakan pun didominasi warna earthy seperti olive dan cokelat muda, sehingga tetap mempertahankan sentuhan tradisional dalam desain modern.
Selain peragaan busana, acara hari ketiga Ramadan Rhapsody juga dimeriahkan penampilan musik dari Swara Jakarta 80’s serta sesi talkshow bersama SFA bertajuk “The New Face of Raya Style”.
Ajang Ramadan Rhapsody sendiri merupakan kolaborasi antara Rhapsody, APPMI, dan Pakuwon Mall City Bekasi yang digelar pada 4–29 Maret 2026 dengan mengusung tema “Sanctuary of Ramadan.”
Menurut Ariy Arka, tema tersebut menggambarkan Ramadan sebagai momen refleksi dan pembaruan diri.
"Sanctuary of Ramadan dapat pula dimaknai sebagai ruang suci dengan iman, seni, dan kebersamaan saling berkelindan di dalamnya," kata Ariy Arka.