Paten Baru Kawasaki Ungkap Rencana Platform Motor Listrik Modular

JAKARTA - Kawasaki memang belum terlalu agresif menghadirkan motor listrik komuter level dasar. Namun, paten terbaru yang muncul menunjukkan bahwa pabrikan asal Jepang tersebut diam-diam tengah menyiapkan teknologi yang lebih maju, yang berpotensi menjadi langkah besar dalam pengembangan motor listrik mereka.

Selama ini, sebagian besar sepeda motor listrik dirancang dengan sistem penggerak yang terintegrasi. Pada beberapa model, motor dan paket baterai bahkan menjadi bagian struktural dari sasis.

Artinya, rangka motor dirancang khusus mengikuti konfigurasi motor yang digunakan. Metode ini memang memberikan keuntungan dari sisi performa dan kekakuan rangka, tetapi di sisi lain membuat fleksibilitas pengembangan model menjadi lebih terbatas.

Berbeda dari pendekatan tersebut, paten terbaru Kawasaki menawarkan konsep lain. Seperti dicatat oleh Ben Purvis dari Cycle World, pabrikan ini mengusulkan sistem pemasangan modular yang memungkinkan berbagai jenis motor digunakan dalam satu rangka sepeda motor yang sama.

Secara tampilan, rancangan dasarnya masih mirip dengan motor listrik yang sudah ada, seperti Kawasaki Z e-1 dan Ninja e-1. Motor ini menggunakan rangka teralis baja dengan paket baterai yang dapat dilepas, ditempatkan di antara rel rangka, sementara unit motor berada dekat poros lengan ayun.

Melansir Electrek, Senin, 9 Maret, namun perbedaannya terletak pada cara pemasangan motor. Alih-alih memasang motor langsung ke rangka utama, desain dalam paten ini menghadirkan subframe perantara.

Komponen ini diposisikan di antara sasis utama dan unit motor atau transmisi, sehingga berfungsi sebagai titik antarmuka pemasangan. Subframe tersebut dirancang terdiri dari dua bagian terpisah, yakni segmen atas dan bawah.

Kedua bagian ini dapat diganti atau disesuaikan sesuai dengan konfigurasi motor yang digunakan. Dengan konsep tersebut, Kawasaki berpotensi menggunakan satu rangka utama untuk berbagai model motor listrik.

Perubahan hanya perlu dilakukan pada struktur pemasangan di bagian subframe agar dapat menampung jenis motor yang berbeda. Dalam dokumen paten disebutkan bahwa unit motor yang berbeda dapat dipasang tanpa membuat perubahan besar pada rangka utama, melainkan hanya memerlukan penyesuaian kecil pada komponen pemasangan.

Walau terdengar sederhana, pendekatan ini bisa membawa dampak signifikan. Platform modular memungkinkan produsen merampingkan proses produksi, meningkatkan penggunaan komponen yang sama di berbagai model, sekaligus menekan biaya pengembangan.

Hal ini menjadi penting karena harga sepeda motor listrik masih kerap lebih tinggi dibandingkan motor berbahan bakar bensin. Jika biaya produksi dapat ditekan melalui solusi rekayasa seperti ini, bukan tidak mungkin harga jual motor listrik juga akan semakin terjangkau bagi konsumen.