11 Orang Termasuk Sekda Pekalongan Tiba di Gedung KPK Pakai Bus ‘Muda Perkasa’ 

JAKARTA - Sebanyak 11 orang yang ikut diamankan dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq tiba di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada malam ini. Salah satu yang ikut dibawa adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan H. M. Yulian Akbar.

Dari pantauan di lapangan, Kantor KPK, Yulian Akbar bersama sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Pekalongan dibawa KPK menggunakan bus berwarna kuning. Ada tulisan ‘Muda Perkasa’ pada badan kendaraan tersebut.

“Ada sekitar 11 orang yang dibawa ke Jakarta. Salah satunya Sekda,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa malam, 3 Maret.

Adapun dalam kloter pertama giat penindakan ini, KPK lebih dulu menangkap Bupati Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya di Semarang pada Selasa dini hari. Mereka hingga malam ini masih dilakukan pemeriksaan intensif di Kantor KPK.

“Di mana kegiatan penyelidikan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” ungkap Budi.

Dalam operasi senyap ini, KPK menyita barang bukti elektronik (BBE) dan kendaraan roda empat. Sementara soal uang, Budi belum memberikan rinciannya.

“Nanti kami akan update. Di antaranya memang BBE juga diamankan, kendaraan juga ada yang diamankan,” ungkap Budi.

Total ada 14 orang sudah berada di kantor KPK saat ini. Nasib mereka akan ditentukan lewat forum gelar perkara atau ekspose pimpinan bersama kedeputian penindakan dan eksekusi.

Pengumuman resmi tersangka maupun konstruksi perkara bakal disampaikan melalui konferensi pers. Rencananya, kegiatan ini bakal dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret.