Fitur Rahasia Spotify, Bisa “Ngatur” Selera Musik Sendiri Pakai Catatan
JAKARTA – Spotify tampaknya sedang menyiapkan jurus baru untuk membuat algoritmanya makin personal dan, kali ini, lebih “nurut”. Platform streaming musik asal Swedia itu dilaporkan tengah mengembangkan fitur baru bernama Notes yang memungkinkan pengguna menyempurnakan Taste Profile mereka lewat masukan tertulis.
Informasi ini pertama kali terungkap melalui pembongkaran kode aplikasi Spotify versi 9.1.28.385 oleh Android Authority. Dalam temuan tersebut, terdapat sejumlah string kode yang mengarah pada fitur “Notes” yang terhubung langsung dengan Taste Profile—fondasi utama sistem rekomendasi Spotify.
Selama ini, Spotify membangun Taste Profile berdasarkan kebiasaan mendengarkan pengguna. Data streaming tersebut menjadi bahan bakar bagi rekomendasi seperti Discover Weekly, tampilan beranda (Home), hingga rangkuman tahunan seperti Spotify Wrapped dan Blend.
Baca juga:
Secara teori, algoritma ini presisi. Namun dalam praktik, rekomendasi kadang melenceng—misalnya ketika pengguna memutar playlist tidur atau white noise yang justru “mengacaukan” preferensi musik utama.
Saat ini, satu-satunya cara untuk mengoreksi arah algoritma adalah dengan mengecualikan lagu atau playlist tertentu dari Taste Profile. Spotify menyebut perubahan itu akan berlaku dalam 48 jam, sehingga pengaruh konten tersebut terhadap rekomendasi dan ringkasan selera akan berkurang.
Namun pendekatan ini bersifat reaktif. Pengguna hanya bisa menghapus sinyal yang dianggap tidak relevan, bukan secara aktif memberi tahu Spotify tentang preferensi baru mereka.Di sinilah fitur Notes diduga akan mengambil peran.
Berdasarkan potongan kode yang ditemukan, pengguna nantinya dapat menambahkan catatan tertulis untuk “mempengaruhi apa yang Anda lihat di Home.” Salah satu string berbunyi, “Tell us more about you,” sementara yang lain menyatakan, “Your notes help influence what you see on Home.” Bahkan terdapat contoh placeholder teks seperti, “I’ve been listening to a lot of…”, yang mengindikasikan Spotify membuka ruang input bebas bagi pengguna.
Secara konseptual, ini adalah pergeseran menarik. Alih-alih sepenuhnya mengandalkan machine learning berbasis perilaku, Spotify tampaknya ingin menggabungkan sinyal eksplisit dari pengguna. Dalam bahasa sederhana: bukan cuma ditebak, tapi juga diberi tahu langsung.
Namun, ada batasan. Dari kode yang sama terungkap bahwa jumlah catatan yang bisa dibuat akan dibatasi, termasuk jumlah karakter per catatan. Jika batas tercapai, pengguna harus menghapus catatan lama sebelum menambahkan yang baru.
Penghapusan catatan tersebut juga disebut akan “mengurangi dampaknya” terhadap Taste Profile, mengindikasikan bahwa sistem akan memperhitungkan bobot historis dari setiap input.
Android Authority melaporkan fitur ini belum dapat diaktifkan, menandakan masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia untuk publik. Spotify sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait jadwal peluncuran atau mekanisme detailnya.
Selain fitur Notes, pembongkaran kode juga mengungkap potensi pembaruan pada Spotify Messages. Ditemukan string bertuliskan, “Pick custom emoji reactions for chat messages,” yang mengisyaratkan rencana untuk menghadirkan reaksi emoji kustom dalam percakapan.
Saat ini, Spotify Messages hanya menyediakan enam emoji standar untuk reaksi. Jika dukungan emoji kustom benar-benar diluncurkan, pengguna akan memiliki fleksibilitas lebih dalam merespons pesan—sebuah langkah kecil yang bisa memperkuat aspek sosial di dalam aplikasi.
Langkah Spotify ini menunjukkan tren yang lebih luas dalam industri teknologi: algoritma semakin canggih, tetapi pengguna juga ingin lebih banyak kontrol. Di era personalisasi ekstrem, orang tidak lagi puas hanya menjadi data point. Mereka ingin ikut “mengemudi” sistem yang merekomendasikan hiburan sehari-hari mereka.
Jika fitur Notes resmi dirilis, Spotify bukan sekadar platform streaming dengan AI pintar, tetapi juga ruang dialog antara manusia dan algoritma. Dan di dunia yang makin dikurasi mesin, kemampuan untuk berkata, “Hei, ini selera gue sekarang,” bisa jadi terasa revolusioner.