Kejutan di Liga Champions, Inter Milan Tumbang Lawan Bodo/Glimt

JAKARTA - Kejutan di playoff Liga Champions saat Inter Milan tumbang melawan Bodo/Glimt. Dalam duel pertama mereka di Stadion Aspmyra, Bodo, Kamis, 19 Februari 2026 dini hari WIB, Inter dipaksa menyerah 3-1.

Dongeng Bodo/Glimt berlanjut di playoff. Sebelumnya di fase penyisihan Liga Champions, klub elite Norwegia ini mampu menaklukkan tim kuat Premier League Inggris Manchester City 3-1.

Sukses itu berlanjut saat mereka menyambangi markas Atletico Madrid. Menghadapi lawan dari LaLiga Spanyol ini, Bodo/Glimt menang 2-1 sehingga bisa lolos ke babak 16 besar lewat jalur playoff.

Hanya tim asuhan Kjetil Knutsen ini harus bertemu tim kuat berikutnya, Inter, di playoff. Meski tak diunggulkan, namun mereka kembali membuat kejutan saat bertindak sebagai tuan rumah pada laga pertama ini. Bahkan Bodo/Glimt langsung unggul meski Inter sempat menyamakan skor. Tetapi mereka sukses menambah gol di babak kedua untuk meraih kemenangan penting.

Kemenangan itu memang membuka peluang Bodo/Glimt lolos ke babak 16 besar. Pasalnya mereka hanya butuh hasil imbang pada laga kedua yang digelar di kandang Inter di Stadion San Siro, 25 Februari 2026 dini hari WIB.

Namun harapan Inter untuk berlaga di babak knockout di kompetisi Eropa ini juga belum tertutup. Hanya, Nerazzurri harus mengejar defisit gol untuk membalikkan keadaan.

“Ini hasil yang patut disesali. Kami sudah melakukan yang terbaik. Kami juga sudah beradaptasi dengan kondisi seperti sekarang ini. Sayangnya kami kalah. Tetapi dari cara bermain tim, menurut saya kami sudah bermain sesuai harapan,” kata pelatih Inter Cristian Chivu seperti dikutip laman UEFA.

Meski demikian Chivu tetap optimistis dengan peluang Inter di Liga Champions. “Peluang tetap terbuka lebar karena masih ada laga kedua. Kami tahu mereka tim yang bisa membuat kejutan. Kini kami harus bisa memanfaatkan peluang untuk lolos ke babak berikutnya saat bermain di San Siro,” ucap Chivu.

Chivu memang sudah memperingatkan tim asuhannya agar tak meremehkan Bodo/Glimt. Pada dua laga terakhir, mereka mampu melibat tim-tim kuat. Musim lalu, Bodo/Glimt juga mencapai semifinal Liga Europa sebelum disingkirkan Tottenham Hotspur yang kemudian menjadi juara.

Dalam duel itu, Bodo/Glimt yang memang bermain tanpa beban justru mampu merepotkan Inter. Mereka tampil ofensif dengan sangat baik dan akhirnya mampu mengatasi kebuntuan di menit 20. Gelandang Sondre Brunstad Fet membuka kemenangan tuan rumah setelah menyambut umpan cakep Kasper Hogh.

Gol yang membawa Bodo/Glimt unggul 1-0 menjadikan Inter terlecut. Mereka bermain menyerang dan menciptakan sejumlah peluang. Usaha pimpinan klasemen Serie A Italia ini akhirnya membuahkan hasil. Hanya berselang 10 menit, Inter menyamakan skor melalui striker muda Pio Esposito.

Namun gol itu sempat ditinjau lewat VAR karena ada kemungkinan pemain Inter menyentuh bola sebelum akhirnya wasit mengesahkannya. Skor berubah 1-1 dan bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Inter langsung menggebrak. Usaha mereka nyaris memberi hasil di menit-menit awal pertandingan. Hanya saja sepakan kapten Lautaro Martinez masih membentur tiang gawang. Begitu pula tendangan bebas Inter masih bisa diamankan kiper Nikita Haikin.

Sempat mendapat tekanan, Bodo/Glimt justru berhasil memanfaatkan peluang untuk kembali unggul. Kali ini, pemain sayap Jens Petter Hauge yang menaklukkan kiper Yann Sommer setelah menerima assist dari Hogh di menit 61.

Skor berubah 2-1 untuk Bodo/Glimt. Gol itu juga langsung menaikkan adrenalin pemain tuan rumah. Terbukti hanya berselang tiga menit, mereka berhasil menambah gol. Kali ini Hogh sendiri yang memantapkan keunggulan setelah menerima umpan dari Ole Didrik Blomberg.

Gol yang mengubah kedudukan menjadi 3-1. Skor untuk keunggulan Bodo/Glimt atas Inter bertahan hingga laga usai.