Menteri Kebudayaan Bidik Dana Syariah untuk Diplomasi Budaya: Turki Diajak Garap SANFFEST
JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong diplomasi budaya Islam Indonesia–Turkiye tidak berhenti di pertukaran seremoni. Ia menekankan perlunya dukungan pembiayaan agar program kolaborasi seni dan film bisa berjalan dan berdampak ekonomi.
Dorongan itu disampaikan saat Fadli berdialog dengan Sekretaris Jenderal ADFIMI, Ilhami Öztürk, di Gedung E Kemenbud, Senayan, Jakarta, Jumat, 12 Februari.
Menteri Fadli menyebut kedekatan Indonesia–Turkiye bisa menjadi “jembatan” diplomasi budaya, terutama melalui sinergi komunitas seni dan film. “Hubungan erat… dapat menjadi jembatan diplomasi budaya… dengan sinergi antara komunitas seni dan film di kedua negara,” kata Menbud Fadli.
Ia menawarkan kerja sama konkret lewat SANFFEST (Santri Film Festival). Kemenbud membuka peluang mengundang sineas Turki masuk ke pesantren untuk pelatihan. Targetnya jelas yakni produksi film santri bisa menembus panggung internasional.
Baca juga:
Menbud Fadli juga menyinggung rekam jejak apresiasi seni Islam. Ia menyebut Indonesia meraih 10 penghargaan pada kompetisi kaligrafi internasional yang digelar IRCICA pada 2025.
Namun, Menbud Fadli menegaskan ekosistem budaya butuh dukungan pendanaan. Karena itu ia mendorong sinergi pemerintah dengan ADFIMI dan Islamic Development Bank, termasuk kolaborasi lintas sektor dengan Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, hingga Bank Syariah Indonesia.
Ilhami Öztürk menyambut peluang itu. Ia mengatakan ADFIMI tengah menggelar banyak agenda bertema finansial dan telah menggandeng mitra di Malaysia dan Indonesia. “Kami tengah menyelenggarakan banyak acara yang bertema tentang finansial,” ujarnya.
Kemenbud menyatakan pembahasan diarahkan untuk memperkuat diplomasi budaya sekaligus menggerakkan ekonomi budaya kedua negara melalui skema pendanaan yang lebih terukur.