Awdella Suarakan Luka Mereka yang Terjebak dalam Toxic Relationship di Single Aku Juga Manusia

JAKARTA - Alda Wiyekedella atau lebih dikenal dengan nama Awdella, kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Tanah Air dengan merilis karya terbaru dengan judul "Aku Juga Manusia”.

Lewat label Inspire Music, lagu ini hadir sebagai sebuah representasi mendalam mengenai pergulatan batin seorang perempuan yang terjebak dalam lingkaran hubungan beracun atau toxic relationship.

Melalui lirik yang emosional, solois jebolan Indonesian Idol itu mencoba memotret realitas pahit di mana seseorang kerap mengabaikan luka demi mempertahankan sebuah harapan yang semu.

Adapun "Aku Juga Manusia" berkisah tentang sosok perempuan yang terus bertahan meski kerap diabaikan dan tidak mendapatkan cinta secara utuh.

Kelelahan emosional menjadi napas utama dalam lagu ini—menggambarkan bagaimana pengorbanan sering kali berujung pada hilangnya jati diri.

Mengenai makna di balik lagu ini, Awdella menekankan bahwa setiap orang memiliki batas kesabaran dan berhak atas kebahagiaan yang nyata.

"Lagu ini menjadi potret kelelahan emosional akibat mencintai dalam ketidakseimbangan,” kata Awdella dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari.

“'Aku Juga Manusia' ingin menyuarakan pengalaman banyak orang yang terlalu lama menunggu perubahan dalam hubungan yang menyakitkan, sekaligus menyampaikan pesan kuat bahwa setiap manusia berhak dicintai secara layak tanpa harus kehilangan dirinya sendiri," sambungnya.

Awdella, yang juga bertindak sebagai produser dalam proyek ini, bekerja sama dengan BIANCADIMAS (Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan) sebagai penulis lagu untuk menggarap aransemen.

Hadirnya single ini diharapkan menjadi kawan bagi mereka yang tengah merasa sendiri dalam perjuangan batinnya.

Dengan balutan musik pop balada yang manis namun menyayat, Awdella mencoba membuktikan konsistensinya dalam melahirkan lagu-lagu bertema hubungan personal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari banyak orang.

Kini, "Aku Juga Manusia" sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital—membawa pesan tentang keberanian untuk mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain secara berlebihan.