Tanpa Disadari, Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Mata Silinder
JAKARTA - Mata silinder atau astigmatisme adalah gangguan penglihatan yang terjadi ketika bentuk kornea atau lensa mata tidak simetris. Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus dengan sempurna di retina, sehingga penglihatan menjadi buram atau berbayang, baik saat melihat dekat maupun jauh.
Banyak orang mengira mata silinder hanya faktor keturunan. Padahal ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat memperburuk kondisi ini, bahkan diduga ikut memicu perubahan bentuk kornea dari waktu ke waktu.
Dokter spesialis mata mengatakan astigmatisme memang sering bersifat bawaan, tetapi kebiasaan tertentu bisa memperparah kondisi kornea, terutama jika dilakukan terus-menerus. Berikut beberapa kebiasaan yang perlu diwaspadai, seperti dilansir dari laman Eyecare Centre.
1. Terlalu Sering Mengucek Mata
Mengucek mata saat gatal atau lelah memang terasa melegakan. Namun tekanan berulang pada bola mata dapat memengaruhi bentuk kornea. Praktisi kesehatan mengatakan gesekan dan tekanan yang terlalu sering pada mata dapat membuat kornea makin tidak beraturan, apalagi pada orang yang sudah punya bakat mata silinder. Selain berisiko memperparah astigmatisme, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya keratokonus, yaitu kondisi ketika kornea menipis dan menonjol seperti kerucut.
2. Mengabaikan Alergi dan Mata Kering
Mata yang gatal akibat alergi atau kering sering membuat seseorang refleks mengucek mata. Jika kondisi ini tidak ditangani, kebiasaan menggosok mata akan terus berulang. Banyak pasien tidak sadar bahwa alergi mata yang tidak diobati membuat mereka terus mengucek mata, dan ini bisa berdampak jangka panjang pada bentuk kornea. Menggunakan obat tetes yang sesuai dan menjaga kelembapan mata dapat membantu mengurangi dorongan untuk mengucek.
3. Menggunakan Lensa Kontak Tidak Sesuai Aturan
Memakai lensa kontak terlalu lama, jarang dibersihkan, atau menggunakan ukuran yang tidak sesuai bisa menyebabkan iritasi kronis pada permukaan mata. Iritasi yang berlangsung lama dapat memengaruhi kesehatan kornea dan berpotensi memperburuk gangguan refraksi, termasuk silinder. Lensa kontak harus dipakai sesuai petunjuk. Pemakaian sembarangan bisa menimbulkan peradangan yang berdampak pada permukaan kornea.
4. Sering Terpapar Debu dan Polusi Tanpa Pelindung
Paparan debu, asap, dan polusi dapat memicu iritasi mata. Saat mata terasa perih atau gatal, orang cenderung mengucek, yang akhirnya kembali memberi tekanan berulang pada kornea.
Menggunakan kacamata pelindung saat berkendara atau berada di lingkungan berdebu bisa membantu mengurangi risiko ini.
5. Menunda Pemeriksaan Mata
Penglihatan buram sering dianggap hal sepele, apalagi jika masih bisa diakali dengan menyipitkan mata. Padahal, pemeriksaan mata rutin penting untuk mendeteksi perubahan bentuk kornea sejak dini. Semakin cepat gangguan penglihatan terdeteksi, semakin mudah dikoreksi dan dipantau perkembangannya. Tanpa koreksi yang tepat, mata bisa bekerja lebih keras untuk fokus, yang memicu kelelahan mata dan sakit kepala.
Baca juga:
Namun tidak semua kasus astigmatisme bisa dicegah, terutama yang disebabkan faktor genetik. Namun menjaga kesehatan mata dan menghindari kebiasaan yang memberi tekanan berlebih pada kornea dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih parah. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
- Hindari mengucek mata
- Obati alergi dan mata kering
- Gunakan lensa kontak sesuai anjuran
- Lindungi mata dari debu dan polusi
- Lakukan pemeriksaan mata rutin
Jika Anda sering mengalami penglihatan buram, sakit kepala, atau mata cepat lelah, sebaiknya segera periksa ke dokter mata. Penanganan sejak dini dapat membantu menjaga kualitas penglihatan tetap optimal.