Carlos Alcaraz Akhirnya Dapat Final Pertama Australia Open

JAKARTA – Carlos Alcaraz berhasil mengalahkan Alexander Zverev untuk mencapai babak final Australia Open 2026, yang merupakan partai puncak perdananya di Melbourne Park.

Petenis nomor satu dunia tersebut dipaksa bermain lima set yang dramatis dan berakhir dengan skor 6-4, 7-6 (7/5), 6-7 (3/7), 6-7 (4-7), dan 7-5 pada Jumat, 30 Januari 2026, siang WIB.

"Saya kesulitan di tengah set ketiga dan secara fisik itu ialah salah satu pertandingan paling berat yang pernah saya mainkan dalam karier saya," ujar Alcaraz setelah pertandingan, dilansir dari BBC Sport.

Kemenangan dalam pertandingan maraton ini membuat mimpi Alcaraz untuk mencatat rekor pun tetap bertahan. Perjalanan terjauh dia sebelumnya di Australia ialah babak perempat final yang didapat tahun lalu.

Alcaraz saat ini tengah mengejar gelar pertamanya di Australia Open. Jika berhasil maka dia akan menjadi petenis termuda dalam sejarah yang berhasil mendapat semua trofi empat Grand Slam pada usia 22 tahun.

Itu mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh kompatriotnya Rafael Nadal. Pemilik 22 gelar Grand Slam yang sudah pensiun tersebut berhasil mendapat semua keempat Grand Slam dalam kariernya pada usia 24 tahun.

Sejauh ini Alcaraz telah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Jumlah tersebut terdiri dari dua di French Open (Roland Garros), dua di Wimbledon, dan sisanya di US Open.

Pada babak final nanti, Alcaraz akan bersua pemenang dari Jannik Sinner melawan Novak Djokovic. Kedua petenis tersebut sedang bertarung untuk merebut tiket final ketika berita ini ditulis.

Sinner merupakan juara bertahan di Australia setelah tahun lalu ia mengalahkan Zverev di partai puncak. Petenis asal Italia tersebut tengah memburu gelar ketiganya secara beruntun di Melbourne.

Djokovic di lain sisi, berusaha mendapat gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya yang epik. Petenis asal Serbia itu akan menjadi petenis tersukses dalam sejarah tunggal putri dan putra jika berhasil melakukannya.

Saat ini pemain yang berusia 38 tahun itu sejajar dengan legenda tenis Australia, Margaret Court, yang juga mengoleksi 24 gelar dalam perjalanan kariernya.