Penjualan Merosot, Porsche Pangkas 30 Persen Dealer di China dan Fokus Tekan Biaya

JAKARTA - Porsche mengambil langkah efisiensi besar-besaran di pasar China. Produsen mobil asal Jerman itu berencana menutup sekitar 30 persen jaringan dealer sebagai bagian dari strategi penghematan biaya.

Dilansir dari Carnewschina, Selasa, 27 Januari, tindakan itu diambil karena penurunan penjualan yang terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir. CEO Porsche China Pan Liqi, mengungkapkan kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan.

“Fokus utama kami saat ini adalah implementasi langkah-langkah pengurangan biaya,” kata Pan Liqi.

Masalah Porsche di China mencuat sejak akhir 2025, ketika sejumlah dealer dilaporkan menghentikan operasional akibat lesunya penjualan dan tekanan finansial. Situasi itu berlanjut pada Januari 2026 dengan penutupan Pusat Porsche Zhengzhou Zhongyuan, disusul Pusat Porsche Guiyang Mengguan.

Dampaknya, Porsche China harus turun tangan langsung menyelesaikan uang muka pelanggan yang tertunda serta dokumen kesesuaian kendaraan yang hilang. Kondisi tersebut tak lepas dari tren penjualan yang terus menurun.

Sepanjang 2025, Porsche hanya mengirimkan 41.938 unit kendaraan di China, merosot 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal pada 2022, penjualan merek premium ini sempat mencapai 95.671 unit. Dalam kurun tiga tahun, penjualannya anjlok hingga 56,2 persen.

Sebagai bagian dari restrukturisasi, Porsche China menargetkan jumlah dealer menyusut menjadi sekitar 80 lokasi pada 2026. Perlu diketahui, jaringan Porsche di China tercatat masih mencapai 150 dealer pada akhir 2024, lalu turun menjadi 114 dealer di penghujung 2025.

Pan Liqi menjelaskan, dana hasil efisiensi tersebut akan dialokasikan untuk mendukung pusat R&D terintegrasi luar negeri pertama Porsche di Shanghai, yang resmi dibuka pada November lalu. Ia menyebut perusahaan tengah memasuki fase kalibrasi ulang dan penyesuaian, dengan tujuan jangka panjang meningkatkan penjualan melalui perampingan jaringan dealer serta peluncuran model-model eksklusif.

Dalam waktu dekat, Porsche juga berencana menambah dua model baru dengan pilihan mesin pembakaran internal (ICE) dan plug-in hybrid (PHEV). Itu termasuk crossover segmen B dan D yang dijadwalkan meluncur sebelum akhir tahun.

Meski begitu, Pan Liqi membantah kabar lokalisasi produksi di China. Ia menyebut Porsche saat ini hanya menjajaki kerja sama dengan sejumlah pemasok China, khususnya di bidang solusi pengemudian cerdas.

Untuk 2026, strategi jangka pendek Porsche lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas. Perusahaan tidak lagi menjadikan volume penjualan sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan.