Kemenperin Bidik Industri Pengolahan Nonmigas Serap Investasi Rp852,9 Triliun hingga 2029
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan, industri pengolahan nonmigas (IPNM) dapat menyerap investasi sebesar Rp852,9 triliun hingga 2029 mendatang.
Agus menyampaikan, target serapan investasi tersebut merupakan rencana strategis jangka panjang Kemenperin pada 2026-2029.
"Tahun 2026, sasaran pembangunan juga diarahkan pada peningkatan nilai investasi sektor industri sebesar Rp852,9 triliun," ujar Agus dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 26 Januari.
Dalam paparannya, Agus turut menetapkan target pertumbuhan IPNM pada 2026 ini sebesar 5,51 persen dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 18,56 persen tahun ini. Selain itu, industri ekspor nasional ditargetkan sebesar 74,85 persen terhadap total ekspor nasional hingga 2029.
Kemenperin juga menargetkan industri menyerap 14,68 persen dari total tenaga kerja nasional dengan produktivitas mencapai 126,20 juta per orang per tahun hingga 2029.
"Ada juga penguatan pemerataan industri melalui peningkatan kontribusi industri pengolahan di luar Jawa menjadi 33,25 persen serta penurunan emisi gas rumah kaca sektor industri prioritas sebesar 6,79 juta ton CO2 equivalent," kata dia.
Dari sisi anggaran, realisasi anggaran Kemenperin pada 2025 mencapai Rp2,094 triliun atau 83,74 persen dari total pagu Rp2,50 triliun.
Baca juga:
"Sementara realisasi terhadap pagu efektif sebesar Rp2,134 triliun tercatat mencapai Rp2,094 triliun atau 98,15 persen yang mencerminkan pemanfaatan anggaran dilaksanakan secara efektif dan optimal dalam mendukung pelaksanaan program prioritas," terang dia.
Pada 2026, Kemenperin mendapatkan alokasi anggaran Rp2,5 triliun yang disertai kebijakan anggaran atas RO khusus Prioritas Presiden senilai Rp299,96 miliar dan blokir kode A yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak Badan Layanan Umum (PNBP-BLU) sebesar Rp89,78 miliar.
"Sehingga, pagu efektif kami di 2026 ditetapkan sebesar Rp2,11 triliun. Pagu efektif tersebut didukung oleh sumber dana rupiah murni sebesar Rp1,79 triliun, PNBP sebesar Rp46,6 miliar dan BLU Rp275,9 miliar," jelas dia.