OKI Kutuk Penghancuran Markas UNRWA oleh Israel

JAKARTA - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk penyerbuan dan penghancuran fasilitas milik Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem, Palestina yang diduduki oleh pasukan pendudukan Israel.

OKI menganggap ini sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan resolusinya, pendapat penasihat Mahkamah Internasional, dan Konvensi 1946 tentang Hak Istimewa dan Kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan pada Hari Rabu OKI menegaskan, "penargetan markas UNRWA di Yerusalem yang diduduki oleh pasukan pendudukan merupakan bagian dari upaya ilegal mereka untuk melikuidasi masalah pengungsi dengan melemahkan kehadiran UNRWA dan peran vitalnya, yang merupakan bukti komitmen komunitas internasional terhadap masalah pengungsi Palestina dan perlindungan hak-hak mereka berdasarkan resolusi PBB yang relevan," dikutip dari WAFA (21/1).

OKI juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk menegakkan tanggung jawabnya. Organisasi tersebut kembali menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk mengambil keputusan dan langkah-langkah yang diperlukan guna melindungi mandat, fasilitas, dan staf UNRWA, serta untuk memaksa Israel - kekuatan pendudukan - untuk menghentikan pelanggarannya dan menghormati kewajibannya berdasarkan hukum internasional.

Diberitakan sebelumnya, UNRWA dalam unggahan di situsnya mengatakan, , pasukan Israel menyerbu markas besarnya pada Hari Selasa, diikuti masuknya buldoser yang menghancurkan bangunan di kompleks markasnya di bawah pengawasan seorang anggota parlemen dan pejabat pemerintah.

UNRWA menyebut ini sebagai "tingkat pembangkangan terbuka dan disengaja yang baru terhadap hukum internasional, termasuk hak istimewa dan kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa, oleh Negara Israel."

Dikutip dari CNN, tindakan penghancuran tersebut dilakukan oleh pasukan polisi bersama dengan petugas penegak hukum dari Otoritas Tanah Israel.

Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben Gvir, yang ada di lokasi mengatakan, "Ini adalah hari bersejarah, hari perayaan, dan hari penting untuk pemulihan pemerintahan di Yerusalem. Selama bertahun-tahun, para pendukung teror ini beroperasi di sini, dan hari ini mereka disingkirkan bersama dengan semua yang telah mereka bangun."