Berapa Lama Jarak Ideal Anak Pertama dan Kedua? Begini Penjelasannya
YOGYAKARTA - Jarak antar kehamilan adalah salah satu topik yang sering menjadi pembahasan ketika berbicara tentang seputar kehamilan. Tema mendasar yang memang harus ditanyakan tentunya jarak ideal anak pertama dan kedua; kedua dengan ketiga, dan seterusnya.
Alasan Jarak Kehamilan Perlu Diperhitungkan
Dilansir dari Antara, sejumlah pasangan mempunyai kehendak yang berbeda-beda mengenai jarak usia antar anak-anak mereka. Beberapa orang menginginkan jarak yang lumayan dekat dengan alasan agar anak-anak lebih ‘nyambung’ berkomunikasi saat dewasa. Namun, ada pula yang memutuskan untuk memiliki anak kedua setelah menunggu lebih lama; contohnya lima tahun atau lebih, agar mereka dapat memberikan kasih sayang penuh kepada anak pertama. Pilihan yang lebih baik tentu menjadi opini mutlak bagi masing-masing pasangan.
Jarak Ideal Anak Pertama dan Kedua
Meskipun demikian, dalam teorinya terdapat patokan khusus mengenai jarak kehamilan antara anak pertama-kedua; kedua-ketiga, dan seterusnya. Jarak ideal, yang dihitung sejak ibu melahirkan hingga hamil kembali, yaitu dua hingga lima tahun. Teori ini berdasarkan pada perhitungan-perhitungan secara medis dan psikologis.
Perhitungan pertama, adalah dari segi medis. Waktu minimal dua tahun memungkinkan si ibu untuk mempersiapkan kehamilan secara lebih baik. Ibu perlu mendapatkan kembali kesehatannya yang mungkin sempat menurun saat hamil dan melahirkan serta merawat jabang bayi yang baru dilahirkan. Selain itu, melahirkan dalam jangka waktu dekat juga akan mempengaruhi kesehatan ibu secara negatif.
Baca juga:
Selain itu, waktu dua tahun menjadi waktu ideal bagi seorang bayi untuk menerima asupan ASI (Air Susu Ibu). ASI dua tahun lebih memberikan dampak positif bagi kecerdasan dan kesehatan sang anak. Jika sang ibu ternyata hamil kembali saat masih menyusui, kemungkinan yang sering terjadi yaitu kurangnya perhatian terhadap anak (pertama) dan kekurangan nutrisi dari ASI yang diberikan padanya, sebab harus fokus juga menjaga nutrisi untuk bayi dalam kandungan. Dengan demikian, anak pertama tidak akan menerima jumlah ideal perhatian dan ASI dari ibunya, yang mungkin memengaruhi pertumbuhannya.
Perhitungan kedua dipertimbangkan dari segi psikologis anak. Umumnya, secara teori, anak sudah mulai mengerti atau bisa menerima kehadiran adik ketika sudah berusia di atas dua tahun. Oleh sebab itu, jika ibu mereka hamil dan melahirkan lagi sebelum mereka mencapai usia tersebut, kemungkinan akan sulit bagi mereka untuk menerima keberadaan ‘orang baru’ di tengah keluarganya.
Cara Menghitung Kehamilan untuk Jarak Ideal
Agar Ibu dapat meraih kondisi kesehatan yang bagus sekaligus memberikan hak anak pertama Ibu (berupa perhatian dan ASI), sangat disarankan bagi Ibu untuk menghitung kehamilan. Sebaiknya catat waktu pertama Ibu hamil, tanggal kelahiran, dan tanggal yang menandai bahwa Ibu sudah ‘boleh hamil kembali’. Dengan demikian, kehamilan kedua yang terlalu cepat dapat disiasati dengan baik.
Salah satu cara untuk ‘menunda’ kehamilan hingga jarak ideal yaitu dengan memberikan ASI selama dua tahun penuh. Selain akan memberikan nutrisi yang terbaik untuk anak, menyusui juga memberi manfaat untuk memperkecil kemungkinan hamil kembali dalam rentang waktu dua tahun tersebut.
Demikian ulasan tentang jarak ideal anak pertama dan kedua yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.