Korsel akan Menyelidiki Insiden Drone yang Dituduh Korut Melanggar Wilayah Udaranya

JAKARTA - Pihak berwenang Korea Selatan telah meluncurkan penyelidikan yang berfokus pada kemungkinan warga sipil menerbangkan drone yang menurut Korea Utara melanggar wilayah udaranya, kata Kementerian Pertahanan pada Hari Senin.

Militer Korea Utara pada Hari Sabtu menuduh Korea Selatan melakukan "tindakan provokasi" dengan mengirimkan drone, dan mengatakan telah menembak jatuh pesawat tersebut serta mengungkapkan apa yang mereka sebut sebagai bagian-bagian dari drone dan foto udara yang mereka ambil.

Sedangkan militer Korea Selatan mengatakan mereka tidak mengoperasikan model drone yang dimaksud atau mengoperasikan drone apa pun pada tanggal yang disebutkan oleh Korea Utara sebagai tanggal intrusi. Mereka mengatakan tidak memiliki niat untuk memprovokasi Korea Utara.

Korea Selatan bersedia untuk melakukan penyelidikan bersama dengan Korea Utara tetapi belum mengajukan proposal tersebut, kata juru bicara Kementerian Pertahanan mengutip Menteri Ahn Gyu-back, melansir Reuters dari Al Arabiya (12/1).

Sebelumnya, Presiden Lee Jae-myung telah berjanji akan melakukan penyelidikan cepat dan mengatakan pada Hari Sabtu, jika warga sipil memang mengoperasikan pesawat tak berawak tersebut, itu akan menjadi "kejahatan serius" yang mengancam keamanan dan perdamaian Korea Selatan di Semenanjung Korea.

Korea Utara belum menanggapi upaya sebelumnya dari Pemerintah Presiden Lee untuk memulai dialog.

Diketahui, ketegangan sering kali meningkat antara Korea Selatan dan tetangga utaranya yang bersenjata nuklir.

Terpisah, mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol diadili pada Hari Senin atas tuduhan mencoba memprovokasi Korea Utara pada tahun 2024 sebagai dalih untuk mendeklarasikan darurat militer pada akhir tahun itu.

Ia juga menghadapi persidangan terpisah atas tuduhan pemberontakan terkait upaya darurat militer tersebut.