PDIP Bakal Bahas Sikap Politik Saat Rakernas di Ancol Pekan Depan
JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) akan menggelar peringatan HUT ke-53 yang dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta pada 10-12 Januari. Kegiatan ini akan membahas sejumlah isu dan dihadiri pengurus pusat dan daerah, anggota DPR RI, DPRD hingga kepala daerah.
"Di dalam Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisi ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan hukum hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan partai," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 9 Januari.
Hasto menegaskan Rakernas I PDIP juga dalam rangka konsolidasi sebagai partai penyeimbang. Sehingga, kerja nyata partai berlambang banteng ini bisa dirasakan masyarakat seperti yang terjadi saat membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan wilayah lainnya.
"PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat di tengah berbagai bencana yang melanda di Tanah Air, dengan spirit kemanusian, keadilan dan keberpihakan kepada rakyat," tegasnya.
Lebih lanjut, Rakernas I PDIP akan mengambil tema Satyam Eva Jayate dengan 'Di sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya' sebagai sub-tema.
Adapun Satyam Eva Jayate adalah bahasa sanskerta yang berarti 'Kebenaran akan Menang'.
"Tema Satyam Eva Jayate menjadi perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila dengan spirit kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945," ujar Hasto.
Baca juga:
"Bagi para pemuda, Satyam Eva Jayate bukan sekedar slogan, namun pesan moral dalam dunia digital untuk berani berbicara kritis sebagai cermin kebebasan berpendapat yang dilindungi Konstitusi serta berani menempuh jalan 'anti mainstream' di dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan," sambung dia.
Sementara sub-tema 'Di sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya' diambil untuk menggambarkan daya tahan yang menyertai Satyam Eva Jayate. "Keteguhan terhadap posisi "di sanalah aku berdiri” juga menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan di tengah godaan pragmatisme politik," pungkas Hasto.