7 Cara Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras, Orangtua Wajib Tahu!
YOGYAKARTA - Masalah buang air besar (BAB) yang tidak lancar dan tinja keras kerap membuat anak merasa tidak nyaman, kesakitan, bahkan takut ke toilet. Jika dibiarkan, sembelit pada anak bisa mengganggu aktivitas dan tumbuh kembangnya. Karena itu, orangtua perlu memahami cara agar BAB anak lancar dan tidak keras sejak dini. Berikut akan dibahas 7 cara yang bisa dilakukan orangtua di rumah agar BAB si kecil lancar dan tidak keras.
7 Cara Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras
Masalah buang air besar (BAB) yang tidak lancar dan tinja keras tidak jarang dialami anak-anak, terutama usia balita hingga sekolah. Dilansir dari NHS dan sumber lainnya, berikut 7 cara agar BAB anak lancar dan tidak keras.
- Perbanyak Asupan Serat dari Makanan Sehari-hari
Serat berperan penting dalam melunakkan tinja dan melancarkan sistem pencernaan anak. Buah dan sayuran seperti pepaya, pir, apel, brokoli, dan wortel dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin.
Pastikan menu harian anak seimbang dan bervariasi agar kebutuhan serat tercukupi. Dengan asupan serat yang cukup, tinja anak akan lebih lunak dan mudah dikeluarkan.
- Pastikan Anak Cukup Minum Cairan
Kurangnya cairan merupakan salah satu penyebab utama tinja menjadi keras. Air membantu serat bekerja lebih efektif dalam sistem pencernaan. Anak yang cukup minum biasanya memiliki BAB yang lebih teratur dan tidak sakit.
Untuk bayi, pemberian ASI yang cukup sangat penting, sedangkan bayi yang diberi susu formula dapat minum air tambahan sesuai anjuran. Anak yang lebih besar sebaiknya dibiasakan minum air putih secara teratur sepanjang hari. Hindari terlalu banyak minuman manis karena dapat memperburuk masalah pencernaan.
Baca juga:
- Biasakan Anak BAB Secara Teratur
Anak sering menahan buang air besar karena berbagai alasan, seperti merasa tidak nyaman menggunakan toilet di sekolahatau malu jika diketahui teman-temannya. Kebiasaan menahan BAB ini kerap dianggap sepele, padahal dapat membuat tinja semakin keras dan sulit dikeluarkan.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memicu sembelit dan rasa sakit saat BAB. Karena itu, orang tua perlu melatih anak agar memiliki kebiasaan BAB yang teratur dan sehat. Ajarkan anak untuk segera pergi ke toilet saat muncul dorongan BAB, tanpa menundanya.
- Pastikan Posisi Duduk Anak Sudah Benar
Posisi duduk yang salah dapat membuat anak sulit mengeluarkan tinja. Pastikan kaki anak menapak di lantai atau bangku kecil agar mereka dalam posisi yang benar untukr untuk BAB. Posisi ini membantu otot perut dan anus bekerja dengan lebih efektif.
Untuk anak yang menggunakan toilet dewasa, bangku pijakan sangat dianjurkan. Posisi tubuh yang benar dapat mengurangi rasa sakit saat BAB. Hal ini juga membantu mencegah anak takut ke toilet.
- Dorong Anak Tetap Aktif Bergerak
Aktivitas fisik merangsang pergerakan usus sehingga BAB menjadi lebih lancar. Anak yang terlalu lama duduk atau bermain gawai berisiko mengalami sembelit. Ajak anak bermain di luar, berjalan kaki, atau melakukan aktivitas ringan setiap hari.
Gerak tubuh membantu mempercepat proses pencernaan dan mencegah penumpukan tinja. Aktivitas fisik juga baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dengan tubuh yang aktif, risiko BAB keras dapat diminimalkan.
- Jaga Kondisi Emosional Anak Tetap Nyaman
Orang tua perlu peka terhadap kondisi emosional anak. Ajak anak berbicara dan dengarkan keluhannya. Tanyakan apakah mereka merasa khawatir menggunakan toilet karena beberapa anak tidak ingin buang air besar dalam situasi tertentu, seperti di tempat penitipan anak atau sekolah.
Tetap tenang dan berikan dukungan, agar anak Anda tidak menganggap pergi ke toilet sebagai situasi yang menakutkan. Anda ingin anak Anda menganggap buang air besar sebagai sesuatu yang normal, bukan hal yang memalukan.
- Konsultasi ke Dokter Jika Sembelit Berlangsung Lama
Jika sembelit berlangsung lama atau disertai nyeri dan perdarahan, segera konsultasikan ke dokter. Dokter dapat merekomendasikan obat yang aman sesuai usia anak. Pengobatan biasanya dikombinasikan dengan perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari.
Demikian pembahasan cara agar BAB anak lancar dan tidak keras, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!