Efek Poles Kaca Mobil, Ini Dampak Positif dan Negatifnya

YOGYAKARTA – Poles kaca adalah salah satu teknik yang bisa dilakukan oleh pemilik mobil untuk membuat kejernihan kaca semakin meningkat. Meski kerap diandalkan, pemilik kendaraan perlu tahu apa saja efek poles kaca mobil baik positif atau negatifnya. Untuk memahaminya, simak artikel berikut ini.

Efek Poles Kaca Mobil

Perlu diketahui, poles kaca mobil dilakukan dengan cara menggosok kaca mobil dengan cairan abrasif ringan. Penggosokan sendiri dilakukan dengan mesin poles khusus. Pemolesan kaca mobil ini memiliki dua dampak yang perlu diketahui oleh pemilik kendaraan yakni sebagai berikut.

  1. Efek positif poles kaca mobil

Pemolesan kaca mobil punya dampak positif yang cukup terasa oleh pengguna kendaraan, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Mencegah penumpukan kotoran di kaca

Penumpukan kotoran di kaca tidak bisa dihindari. Jika tak segera dihilangkan, kotoran akan mengendap hingga meninggalkan bercak-bercak. Saat di kaca muncul bercak kotoran, salah satu cara menghilangkannya hanya dengan dipoles. Dalam beberapa kasus, pengendapan kotoran tidak bisa hilang hanya dengan sabun dan air.

  • Menghilangkan jamur di kaca

Jamur kaca sebenarnya tidak berbahaya, namun cukup mengganggu estetika dan dalam kasus parah, jamur berpengaruh pada visibilitas pengendara. Untuk menghilangkan jamur kaca mobil, cara yang bisa dilakukan adalah dengan poles kaca.

  • Menjernihkan kaca

Setelah poles dilakukan, efek yang terasa adalah kaca semakin jernih. Efek ini yang membuat kenyamanan berkendara semakin terasa. Tak heran banyak pemilik kendaraan sering melakukan pemolesan.

  • Menyamarkan baret bekas wiper

Kadangkala muncul baretan di kaca mobil yang disebabkan oleh sapuan wiper. Meski baretan yang muncul sangat halus, keberadaannya dianggap mengganggu estetika. Baretan itu bisa semakin tersamarkan dengan poles mobil.

  1. Efek negatif poles kaca mobil

Pemolesan kaca kendaraan juga punya dampak negatif. Berikut ini dampak yang mungkin akan muncul dan perlu dipertimbangkan.

  • Lapisan pelindung kaca jadi terkikis

Pada beberapa kendaraan, kaca mobil memiliki lapisan pelindung yang membantu melindungi kaca dari UV. Pelindung kaca ini berpotensi terkikis karena pemolesan dengan mesin.

  • Mengikis kaca hingga tipis

Pemolesan kaca berpotensi besar mengikis kaca hingga ketebalannya berkurang. Efek ini tidak bisa dihindari karena cairan poles bersifat abrasif, ditambah dengan pemolesan yang dilakukan menggunakan mesin. Dalam jangka panjang, pengikisan ini tentu memicu kaca jadi rentan pecah atau retak.

  • Kaca jadi buram jika pemolesan gagal

Jika pemolesan dilalukan dengan sembarangan, efek yang mungkin akan timbul adalah kaca jadi semakin buram. Tentu saja dampak ini sangat berbahaya karena mengurangi visibilitas pengendara.

Itulah beberapa efek poles kaca mobil. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.