Imunisasi Dasar Lengkap: Jenis dan Jadwal Pemberiannya
YOGYAKARTA – Imunisasi dasar lengkap (IDL) merupakan serangkaian imunisasi wajib yang diberikan kepada bayi mulai dari usia 0 bulan hingga 11 bulan untuk membangun kekebalan tubuh terhadap penyakit berbahaya. Dengan imunisasi, tubuh anak akan lebih kuat melawan infeksi, serta turut mendukung tumbuh kembang si kecil secara optimal.
IDL wajib wajib diberikan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan RI dan Ikatan Dokter Anak Indonesia. Agar lebih memahaminya, simak jenis imunisasi dasar lenglap lengkap dengan jadwal pemberiannya dalam artikel berikut ini.
Jenis Imunisasi Dasar Lengkap
Dihimpun dari berbagai sumber, ada beberapa jenis vaksin (kuman yang dilemahkan untuk memicu sistem kekebalan tubuh) yang dimasukkan dalam program imunisasi dasar lengkap, antara lain:
- Imunisasi Polio
Imunisasi polio adalah penyuntikan vaksin yang dilakukan untuk mencegah penyakit polio. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai gejala, dengan komplikasi paling serius berupa kelumpuhan. Pemberian vaksin polio umumnya dilakukan sejak usia anak-anak sebagai upaya perlindungan dini terhadap penyakit tersebut, dikutip dari laman My Cleveland Clinic.
Baca juga:
- Imunisasi Hepatitis B (HB0)
Imunisasi Hepatitis B merupakan pemberian vaksin untuk mencegah infeksi virus Hepattis B yang menyerang hati. Virus ini dapat ditularkan ibu ke bayi yang baru lahir dan menimbulkan penyakit serius seperti sirosis atau kanker hati.
- Imunisasi BCG
Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin) merupakan vaksin yang diberikan untuk melindungi tubuh dari penyakit tuberkulosis (TB), khususnya jenis TB berat seperti meningitis TB dan TB milier yang rentan menyerang anak-anak. Vaksin ini dibuat dari bakteri Mycobacterium bovis yang telah dilemahkan, sehingga berfungsi merangsang dan melatih sistem kekebalan tubuh agar mampu melawan infeksi TB.
- Imunisasi HiB
Imunisasi HiB ini diberikan untuk melindungi anak dari infeksi Haemophilus influenzae tipe b yang dapat menyebabkan penyakit serius seperti pneumonia, meningitis, epiglotitis, dan infeksi darah (sepsis), terutama pada bayi dan balita yang sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang optimal.
- Imunisasi DPT
Jenis imunisasi dasar lengkap yang satu ini berfungsi melindungi tubuh dari tiga penyakit berbahaya sekaligus, yaitu difteri yang dapat mengganggu pernapasan, pertusis atau batuk rejan yang dapat menyebabkan batuk hebat berkepanjangan, serta tetanus yang menyerang sistem saraf dan berisiko menimbulkan kejang hingga kematian.
- Imunisasi MMR
Imunisasi MMR adalah pemberian vaksin untuk mencegah penularan penyakit gondok (mumps), campak (measles), dan rubella yang dapat menimbulkan komplikasi serius seperti radang otak, gangguan pendengaran, hingga cacat bawaan pada janin apabila rubella menyerang ibu hamil.
- Imunisasi Rotavirus
Imunisasi ini diberikan untuk mencegah infeksi rotavirus yang menjadi penyebab utama diare berat pada bayi dan anak, yang dapat memicu dehidrasi parah, gangguan pencernaan, serta meningkatkan risiko rawat inap jika tidak ditangani dengan cepat.
- Imunisasi PCV
Imunisasi PCV merupakan penyuntikan vaksin pneumokokus untuk melindungi tubuh dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang dapat menyebabkan pneumonia, meningitis, infeksi telinga tengah, serta infeksi aliran darah yang berbahaya terutama pada anak-anak dan lansia.
Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap
Setelah mengetahui jenis-jenisnya, berikut jadwal pemberian imunisasi dasar lengkap berdasarkan rekomendasi Kemenkes dan IDAI:
Usia 0–6 Bulan
- Imunisasi Hepatitis B: Diberikan sebanyak empat kali, yaitu 24 jam setelah bayi lahir, lalu pada usia 2, 3, dan 4 bulan, serta dosis booster di usia 18 bulan.
- Imunisasi DPT: Diberikan tiga kali pada usia 2, 3, dan 4 bulan, dengan imunisasi ulang di usia 18 bulan serta 5–7 tahun.
- Imunisasi BCG: Diberikan satu kali pada usia 0–1 bulan.
- Imunisasi HiB: Diberikan tiga kali pada usia 2, 3, dan 4 bulan, kemudian booster di usia 18 bulan.
- Imunisasi Polio: Vaksin oral diberikan sejak lahir hingga usia 1 bulan dan diulang pada usia 2, 3, dan 4 bulan, sedangkan polio suntik diberikan minimal dua kali sebelum usia 1 tahun.
- Imunisasi PCV: Diberikan tiga dosis pada usia 2, 4, dan 6 bulan, dengan booster di usia 12–15 bulan.
- Imunisasi Rotavirus: Vaksin monovalen diberikan dua dosis mulai usia 6 minggu dengan jarak 4 minggu, sedangkan vaksin pentavalen diberikan tiga dosis pada usia 6–12 minggu dengan interval 4–10 minggu.
Usia 6–12 Bulan
Beberapa jenis imunisasi yang perlu diberikan kepada anak usia 6-12 bulan, yakni:
- Vaksinasi Influenza: Mulai diberikan pada usia 6 bulan dan diulang setiap tahun hingga usia 18 tahun.
- Vaksinasi Japanese Encephalitis (JE): Diberikan satu kali pada usia 9 bulan, dengan booster di usia 2–3 tahun.
- Imunisasi MMR: Diberikan satu kali pada usia 9 bulan, dengan imunisasi ulang di usia 18 bulan atau 5–7 tahun.
Usia 12–24 Bulan
Pada anak usia 2-24 bulan, jenis vaksin yang dapat diberikan, yakni:
- Vaksinasi Hepatitis A: Diberikan dua dosis, dimulai pada usia 12 bulan dengan jarak 6–12 bulan.
- Vaksinasi Varisela: Diberikan dua dosis pada usia 12–18 bulan dengan jarak 6 minggu hingga 3 bulan.
Usia 2–18 Tahun
Sementara untuk anak 2-18 tahun, jenis imunisasi yang rekomendasikan, yakni:
- Vaksinasi Tifoid: Diberikan satu kali pada usia 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun.
- Vaksinasi Dengue: Diberikan dua dosis pada anak usia 6–16 tahun dengan jarak antar dosis 3 bulan.
- Vaksinasi HPV: Diberikan dua dosis pada anak perempuan usia 9–14 tahun dengan interval 6–15 bulan.
Demikian informasi tentang imunisasi dasar lengkap. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.id.