Kenapa Harga Emas Naik Terus? Ini Faktor-faktor yang Berperan di Baliknya

YOGYAKARTA -Emas memang sudah lama digunakan sebagai instrumen investasi yang stabil dan memiliki nilai tinggi. Selain di Indonesia, emas juga dianggap sebagai aset aman di seluruh dunia yang mampu mempertahankan nilainya dalam jangka panjang. Dalam beberapa tahun terakhir, orang-orang sudah mulai menyadari bahwa harga emas cenderung mengalami kenaikan yang konsisten. Kenapa harga emas naik terus? Simak pembahasannya di bawah ini.

Kenapa Harga Emas Naik Terus?

Jawaban dari pertanyaan ini tentunya tidak sederhana, ada berbagai faktor seperti ekonomi, politik, hingga psikologis yang berperan di balik naiknya harga emas tersebut.

Emas Sebagai Aset Aman di Tengah Ketidakpastian Global

Salah satu alasan utama kenapa harga emas naik terus adalah karena emas dikenal sebagai aset yang aman. Ketika dunia sedang menghadapi situasi yang tidak menentu karena krisis ekonomi, konflik geopolitik, pandemi, ataupun ketidakstabilan politik, para investor cenderung mencari tempat berlindung untuk menjaga nilai kekayaannya. Dan emas sudah terbukti selama ratusan tahun dijadikan sebagai instrumen penyimpanan nilai (store of value) yang dapat diandalkan.

Sebagai contoh, saat beberapa tahun lalu pandemi global terjadi, berbagai sektor ekonomi terpukul keras. Pasar saham mengalami gejolak, nilai mata uang melemah, dan terjadi perubahan signifikan pada suku bunga. Di tengah kondisi tersebut, permintaan terhadap emas melonjak secara drastis. Semakin tinggi permintaan, semakin tinggi pula harga emas.

Inflasi yang Meningkat

Inflasi menjadi salah satu musuh utama nilai uang. Ketika inflasi meningkat, daya beli masyarakat pun menurun. Barang-barang kebutuhan pokok akan lebih mahal sementara nilai uang yang disimpan tidak meningkat. Kondisi ini menjadikan banyak orang mencari instrumen investasi yang dapat mempertahankan nilai kekayaan mereka. Dalam hal ini, emas menjadi pilihan yang tepat.

Hal ini dikarenakan emas mempunyai nilai intrinsik, artinya nilainya tidak hanya bergantung pada kondisi ekonomi atau kebijakan pemerintah. Ketika inflasi meningkat, untuk menghindari penurunan nilai uang, investor cenderung membeli emas. Alhasil, harga emas pun menjadi naik. Situasi inflasi yang tidak menentu di berbagai negara menjadi salah satu alasan harga emas terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Nilai Mata Uang Utama Dunia Menurun

Selain inflasi, penurunan nilai mata uang terutama dolar AS juga menjadi faktor naik turunnya harga emas. Dalam perdagangan internasional, emas dihargai dalam dolar. Dengan kata lain, ketika dolar melemah, harga emas cenderung naik karena daya beli terhadap emas meningkat.

Sebagai contoh, jika dolar melemah terhadap mata uang lain, para investor global akan lebih tertarik membeli emas sebab dianggap lebih stabil. Naiknya permintaan ini menjadikan harga emas turut melambung. Sebaliknya, ketika dolar menguat, harga emas umumnya stagnan atau bahkan turun, sebab emas menjadi relatif lebih mahal bagi negara yang memanfaatkan mata uang lain.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dolar cenderung mengalami tekanan, khususnya saat terjadi krisis global. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor kenaikan harga emas secara berkelanjutan.

Permintaan Industri Perhiasan yang Selalu Tinggi

Selain sebagai instrumen investasi, emas juga mempunyai peran besar dalam industri perhiasan. Di negara seperti Tiongkok, India, dan Indonesia, emas menjadi simbol kemakmuran dan menjadi bagian penting dari tradisi serta budaya.

Contohnya, permintaan emas selalu meningkat setiap kali memasuki musim pernikahan di India atau momen Tahun Baru Imlek di Tiongkok. Permintaan musiman seperti ini turut menjadi penyebab kenaikan harga emas di pasar global.

Ketika permintaan perhiasan tetap tinggi, harga emas cenderung stabil dan perlahan naik. Bahkan permintaan perhiasan emas sering tetap kuat di tengah ekonomi yang tidak menentu, karena dianggap sebagai aset fisik yang bernilai.

Kebijakan Bank Sentral dan Suku Bunga Bersifat Tidak Pasti

Bank sentral di berbagai negara, misalnya Bank Indonesia atau The Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat, mempunyai peran penting dalam menentukan arah suku bunga. Ketika suku bunga diturunkan, investasi dengan basis bunga seperti deposito dan obligasi menjadi kurang menarik. Pada saat itulah banyak investor beralih ke emas sebagai cara untuk mengamankan aset.

Sebaliknya, ketika suku bunga naik, emas menjadi kurang diminati sebab emas tidak memberikan bunga atau dividen. Namun, dalam periode ketidakpastian kebijakan Bank Sentral, harga emas sering kali bergerak naik sebab banyak pihak waspada dan memilih aset yang aman.

Beberapa tahun terakhir, kondisi ekonomi global menjadikan bank sentral sering melakukan penyesuaian suku bunga yang tidak terduga. Ketidakpastian inilah yang menjadikan investor lebih nyaman berinvestasi dalam bentuk emas.

Ketegangan Geopolitik dan Konflik Internasional

Faktor lain yang menyebabkan lonjakan harga emas yaitu terjadinya konflik geopolitik. Konflik antara negara, perang dagang, hingga ancaman perang terbuka dapat menimbulkan volatilitas pasar. Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung menghindari aset berisiko seperti saham dan lebih memilih emas.

Sejarah mencatat bahwa setiap kali ada ketegangan geopolitik besar, harga emas selalu naik secara signifikan. Sebagai contoh, konflik di Timur Tengah atau ketegangan antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Rusia sering menjadi pemicu naiknya harga emas.

Emas dipilih karena dianggap mampu mempertahankan nilainya meskipun dunia sedang dalam situasi kacau. Selama ketidakpastian global masih berlanjut, kecenderungan harga emas untuk naik juga akan terus terjadi.

Pasokan Emas di Dunia Terbatas

Salah satu penyebab lain dari kenaikan harga emas secara jangka panjang yaitu keterbatasan pasokan. Emas menjadi sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Cadangannya di bumi semakin berkurang, dan proses penambangan emas semakin sulit dan mahal.

Ketika pasokan menurun, sementara permintaan terus meningkat, harga emas akan terdorong naik. Bahkan beberapa analis memperkirakan bahwa produksi emas global akan menurun dalam beberapa dekade ke depan sebab cadangan yang mudah ditambang hampir habis.

Faktor kelangkaan ini menjadikan emas menjadi komoditas yang semakin berharga. Oleh karena itulah banyak investor memperkirakan bahwa harga emas jangka panjang akan terus merangkak naik.

Perilaku Investor dan Sentimen Pasar

Pada akhirnya, faktor psikologis juga berperan penting. Ketika terjadi banyak kekhawatiran di pasar keuangan, investor cenderung menentukan langkah secara kolektif. Ketakutan terhadap krisis, resesi, atau kebangkrutan perusahaan besar dapat menimbulkan aksi beli emas secara masif.

Hal ini tentunya menciptakan gelombang kenaikan harga, khususnya dalam jangka pendek. Bahkan rumor atau prediksi tertentu dari analis senior juga dapat memengaruhi keputusan investor dan menimbulkan dampak pada pergerakan harga emas.

Demikian ulasan kenapa harga emas naik terus​​ dengan beberapa faktor yang menyebabkan fenomena tersebut terjadi. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.