Bakal Dilantik 1 Januari, Mamdani Janjikan New York akan Perangi Islamofobia dan Rasisme
JAKARTA - Wali Kota New York, Amerika Serikat, terpilih Zohran Mamdani, berjanji akan secara konsisten memerangi Islamofobia dan rasisme terhadap Palestina ketika mulai menjabat minggu depan.
Mamdani terpilih sebagai Wali Kota ke-111 New York pada November lalu. Wali Kota Islam pertama di New York itu akan dilantik pada 1 Januari mendatang.
"Sebagai Wali Kota. Saya akan menjadikan tugas saya untuk menghargai, melindungi, dan merayakan semua warga New York serta memerangi Islamofobia dan rasisme anti-Palestina di setiap sudut," katanya, menceritakan percakapannya dengan seorang mahasiswa Palestina yang menghadapi pelecehan daring dan ancaman kematian setelah para penganut teori konspirasi secara keliru menyalahkannya atas penembakan yang menewaskan banyak orang, melansir Anadolu (24/12).
Mamdani mengatakan di media sosial X, Mustapha Kharbouch, seorang mahasiswa di Universitas Brown, menjadi sasaran setelah sebuah foto yang menunjukkan dirinya mengenakan keffiyeh beredar daring, yang memicu apa yang digambarkan oleh wali kota terpilih sebagai Islamofobia dan rasisme anti-Palestina.
Warisan Palestina Kharbouch menjadi dasar doxxing dan ancaman yang dihadapinya, kata Mamdani.
Dalam percakapan telepon, Kharbouch juga memberi tahu wali kota terpilih tentang minat akademiknya di bidang hubungan internasional dan antropologi, magang musim panasnya di New York City, dan pertimbangannya untuk mengejar gelar PhD, seperti yang diceritakan Mamdani.
"Saya mengatakan kepada Mustapha bahwa kami akan sangat senang jika dia kembali ke New York City," tandas Mamdani.
Baca juga:
- Presiden Erdogan Sampaikan Belasungkawa kepada PM Dbeibah Atas Kecelakaan Pesawat Panglima Militer Libya
- Ada Laporan Kerusakan Listrik Sebelum Jatuhnya Jet yang Membawa Panglima Militer Libya
- DK PBB Perpanjang Mandat Pasukan Penjaga Perdamaian di Somalia
- AS Terbuka untuk Dialog dengan Iran, Tetapi Tetap Tidak Izinkan Pengayaan Uranium
Mamdani (34) yang merupakan sosialis demokrat, memenangkan persaingan sengit yang menarik perhatian nasional. Ia memenangkan hati pemilih muda dengan kampanyenya yang berfokus pada keterjangkauan, termasuk janji untuk membekukan sewa dan menaikkan pajak bagi orang kaya.