Terjadi Perlambatan, WhatsApp Kecam Pembatasan Aplikasinya di Rusia
JAKARTA – WhatsApp mengkritik pembatasan yang diterapkan pemerintah Rusia. Akibat dari pembatasan ini, ribuan warga mengeluhkan perlambatan aplikasi tersebut pada Selasa, 23 Desember.
Pembatasan ini didasari oleh peringatan Roskomnadzor, Badan Pengawas Komunikasi Rusia, beberapa waktu lalu. Lembaga tersebut sempat menyatakan akan memblokir WhatsApp karena platform tersebut diduga melanggar hukum lokal.
Roskomnadzor mengatakan WhatsApp menjadi sarana koordinasi aksi terorisme serta penipuan. Tak hanya itu, WhatsApp juga dituding sebagai tempat untuk merekrut pelaku kejahatan dan menyebarkan konten berbahaya.
"WhatsApp terus melanggar hukum Rusia. Aplikasi pesan ini digunakan untuk mengatur ... melakukan penipuan dan kejahatan lainnya terhadap warga negara kami," kata Roskomnadzor, dilansir Reuters, Rabu, 24 Desember.
Tindakan pembatasan ini dikecam oleh WhatsApp. Platform di bawah naungan Meta tersebut menyatakan pemerintah Rusia berupaya menghapus keamanan komunikasi yang terenkripsi. Padahal, fitur ini sangat penting untuk menjaga privasi percakapan penggunanya.
"Dengan membatasi akses ke WhatsApp, pemerintah Rusia bertujuan untuk mencabut hak komunikasi pribadi yang terenkripsi dari ujung ke ujung," ujar juru bicara WhatsApp.
Baca juga:
WhatsApp pun menyinggung kehadiran aplikasi alternatif bernama MAX yang disediakan pemerintah untuk warga Rusia. Menurut WhatsApp, tindakan pemerintah dalam mendesak warganya beralih aplikasi telah mengganggu keamanan.
"Memaksa orang untuk menggunakan aplikasi yang kurang aman dan diwajibkan pemerintah hanya akan menyebabkan berkurangnya keamanan bagi masyarakat," tambah juru bicara tersebut. Melihat situasi ini, WhatsApp berkomitmen untuk memperjuangkan hak penggunanya.