Jenis Hernia pada Anak yang Penting untuk Diketahui
YOGYAKARTA -Hernia akan diderita seseorang ketika organ dalam tubuhnya menekan jaringan ikat di sekitarnya yang lemah. Jaringan ikat seharusnya kuat menahan organ tubuh agar tetap berada di posisi yang seharusnya. Namun, beberapa kondisi justru menyebabkan jaringan ikat melemah, sehingga tidak memiliki kemampuan menahan organ dan memicu kemunculan gejala hernia. Gangguan kesehatan umumnya memang lebih sering dialami oleh anak-anak. Gejala yang muncul tergantung dari jenis dan lokasi kemunculan hernia. Lantas apa saja jenis hernia pada anak? Nah, di bawah ini akan dijelaskan gejala hernia berdasarkan jenisnya.
Jenis Hernia pada Anak
Hernia Inguinal
Dilansir dari Healthy Line, hernia inguinal merupakan jenis yang paling banyak dialami. Dari total anak yang menderita hernia, setidaknya ada 80 persen anak yang menderita jenis ini. Hernia inguinal terjadi karena usus atau kandung kemih menekan dinding perut bagian bawah atau masuk ke saluran inguinal di pangkal paha. Bahkan, usus yang keluar berisiko turun ke buah zakar, sehingga menimbulkan rasa sakit.
Hernia Umbilikalis
Hernia umbilikalis adalah kondisi yang terjadi saat usus kecil terdorong keluar, tepatnya di belakang pusar. Kondisi ini sering pula disebut dengan istilah pusar bodong. Sebagian besar anak yang mengalami hernia umbilikalis dapat sembuh secara alami, dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang berarti. Namun, jika anak sudah berusia lima tahun dan keadaan belum juga membaik, prosedur operasi harus dijalankan.
Baca juga:
Hernia Epigastrik
Hernia epigastrik disebabkan oleh lemak yang terdorong keluar di antara tulang dada dan pusar, sehingga daerah tersebut terlihat menonjol. Jika muncul dalam ukuran kecil, nyeri bisa saja terjadi, tetapi dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika gejala rasa sakit yang dirasakan sudah sangat parah, prosedur operasi sudah seharusnya dilakukan.
Hernia Insisional
Hernia insisional adalah tonjolan yang timbul saat usus keluar dari dinding perut melalui sayatan bekas operasi yang tidak berhasil pulih. Sayatan bekas operasi seringkali terjadi di sepanjang vertikal, baik atas maupun bawah. Hernia insisional dapat terjadi pada anak yang obesitas, memiliki masalah pada organ paru-paru, atau mengalami infeksi pasca operasi.
Tonjolan yang menjadi gejala hernia dapat membesar saat anak mengejan, batuk, atau bersin. Jika kondisi tersebut dibiarkan dalam waktu yang lama, komplikasi dapat saja terjadi. Oleh sebab itu, jika menemukan gejala hernia ini sebaiknya segera diskusikan dengan dokter untuk segera menerapkan langkah selanjutnya yang harus dilakukan.
Hernia Hiatus
Jika jenis lainnya melibatkan usus, hernia hiatus akan melibatkan organ lambung. Kondisi ini terjadi karena bagian diafragma anak membengkak dan mendesak ke dalam dada. Diafragma sendiri adalah sebuah otot yang memisahkan perut dan dada. Gejala hernia jenis ini kebanyakan tidak diketahui secara pasti. Satu-satunya gejala yang dialami yaitu perut mulas.
Demikian ulasan tentang jenis hernia pada anak. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.