Bagikan:

JAKARTA - Hernia adalah kondisi ketika bagian dalam tubuh, seperti organ atau jaringan, menonjol keluar melalui celah atau bagian otot yang lemah. Hernia paling sering terjadi di area perut atau selangkangan dan bisa tampak seperti benjolan yang muncul saat beraktivitas tertentu, lalu menghilang ketika istirahat.

Meskipun tidak selalu menimbulkan rasa sakit, kebanyakan kasus hernia pada akhirnya memerlukan tindakan operasi. Hernia terjadi saat bagian dari organ dalam tubuh terdorong keluar melalui dinding otot atau jaringan yang seharusnya menahannya.

Dilansir dari laman Clevand Clinic, hernia bisa muncul di berbagai bagian tubuh, antara lain:

- Di bagian bawah dada melalui diafragma.

- Di area selangkangan melalui dinding bawah perut.

- Di garis tengah perut.

- Di bekas luka operasi perut.

Beberapa jenis hernia yang sering ditemui adalah hernia inguinalis, hernia femoralis, hernia hiatal, hernia umbilikalis, hernia insisional, hernia ventral, dan hernia perineal.

Hernia merupakan kondisi yang cukup umum. Sekitar 1 dari 4 pria bisa mengalami hernia inguinalis. Hernia hiatal terjadi pada sekitar 20% orang dewasa dan bahkan hingga 50% pada usia di atas 50 tahun. Hernia kongenital, seperti hernia umbilikalis, terjadi pada sekitar 15% bayi baru lahir.

Gejala hernia bisa berbeda tergantung jenisnya. Namun, tanda yang paling umum adalah munculnya benjolan saat mengangkat beban, batuk, atau tertawa.

Benjolan ini bisa terasa nyeri, seperti ditekan atau seperti sensasi mencubit. Benjolan muncul saat beraktivitas dan bisa masuk kembali saat berbaring atau istirahat.

Pada beberapa orang, terutama wanita, hernia bisa tidak tampak dari luar dan hanya menimbulkan rasa nyeri di area selangkangan. Sedangkan hernia hiatal biasanya menimbulkan gejala seperti asam lambung naik atau rasa terbakar di dada.

Penyebab dan Faktor Risiko

Hernia bisa terjadi karena otot melemah seiring usia, cedera atau operasi, dan kelainan bawaan sejak lahir.

Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena hernia:

- Mengangkat beban berat terus-menerus.

- Batuk atau bersin kronis.

- Sembelit atau sering mengejan saat buang air besar.

- Kehamilan berulang.

- Obesitas.

- Riwayat operasi perut.

Anak-anak yang lahir prematur atau memiliki kelainan bawaan juga lebih berisiko mengalami hernia.

Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Hernia bisa menjadi berbahaya jika jaringan yang menonjol terjebak dan tidak bisa kembali ke dalam (disebut hernia terjepit atau terperangkap). Ini bisa menimbulkan nyeri parah, mual, muntah, bahkan kematian jaringan (nekrosis)jika aliran darah terputus.

Jika benjolan berubah warna, mati rasa, atau disertai demam dan muntah, segera periksa ke dokter.

Diagnosis dan Pengobatan

Sebagian besar hernia bisa didiagnosis melalui pemeriksaan fisik. Dokter mungkin akan meminta pasien batuk atau mengubah posisi tubuh untuk melihat apakah benjolan muncul. Jika hernia tidak terlihat dari luar, bisa dilakukan pemeriksaan pencitraan seperti CT scan.

Pengobatan utama hernia adalah operasi, terutama jika sudah menimbulkan gejala atau berisiko komplikasi. Pada kasus ringan, dokter bisa menyarankan pemantauan terlebih dahulu.

Operasi hernia biasanya mendorong jaringan kembali ke tempat semula, memperkuat otot atau jaringan yang lemah, sering kali dengan jaring khusus (mesh), dan dilakukan dengan teknik laparoskopiatau operasi terbuka, tergantung jenis dan tingkat keparahannya.

Hernia umbilikalis pada bayi sering kali bisa sembuh sendiri seiring pertumbuhan. Namun jika tidak, operasi bisa dilakukan. Hernia hiatal biasanya diobati dengan perubahan gaya hidup atau operasi jika menyebabkan refluks asam kronis.

Jika Hernia Tidak Diobati

Meskipun awalnya ringan, hernia cenderung membesar seiring waktu. Jaringan yang menonjol bisa makin sulit untuk masuk kembali dan risiko terjepit meningkat. Ini sebabnya dokter biasanya menyarankan operasi, meski hernia belum terlalu mengganggu.

Efek samping operasi hernia umumnya ringan, seperti nyeri ringan atau pembengkakan. Namun, sekitar 10% orangmengalami nyeri berkepanjangan di area selangkangan setelah operasi hernia inguinalis.