Rusia Tegaskan Kembali Tidak Ada Rencana Menyerang Negara Anggota Uni Eropa dan NATO

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov kembali menegaskan Rusia tidak berencana menyerang negara-negara Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Ini merupakan pernyataan yang berulang kali disampaikan pejabat Moskow, menepis kekhawatiran tujuan agresif Rusia.

"Kami tentu tidak berencana menyerang negara-negara Uni Eropa dan NATO. Rusia tidak mengejar tujuan agresif seperti yang dikatakan beberapa pihak," tegasnya dalam debat Klub Diskusi Internasional Valdai bertema "Stabilitas (Non-)Strategis 2025: Satu Tahun dalam Keamanan Internasional," dilansir dari TASS (23/12).

Wamenlu Ryabkov mengingatkan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin, Moskow "bahkan siap untuk secara hukum mengabadikan hal ini terkait dengan solusi potensial untuk krisis saat ini berdasarkan prinsip keamanan yang setara dan tak terpisahkan."

"Namun, sangat sedikit di Eropa - merujuk pada negara-negara Uni Eropa dan sekutu NATO Eropa - yang bersedia membangun arsitektur semacam itu bukan melawan Rusia tetapi bersama dengan negara kita," kata Ryabkov.

Menurutnya, "jika mereka pernah mengakui ruang keamanan yang tak terpisahkan, itu hanya untuk Barat secara kolektif."

"Terus terang, ini tidak menimbulkan optimisme karena jelas menunjukkan bahkan di tengah kebijakan Rusia yang lebih seimbang yang dijalankan oleh Washington, risiko konfrontasi antara Rusia dan NATO tetap signifikan karena tindakan yang tidak memadai dan bermusuhan dari negara-negara Eropa," tegas Wakil Menteri Luar Negeri Rusia.

Diketahui, Ukraina dan kekuatan Eropa telah berulang kali memperingatkan, jika Rusia memenangkan perang di Ukraina, mereka dapat menyerang Eropa atau anggota NATO.

Ini termasuk klaim yang mengatakan Rusia mengenai keinginan untuk memulihkan Uni Soviet, sehingga Eropa dan NATO harus mempertahankan diri.

Klaim ini berulang kali dibantah oleh pejabat Rusia, termasuk Presiden Putin. Awal bulan ini, Presiden Putin menegaskan Rusia tidak menginginkan perang dengan Eropa.

Menyebut kekuatan Eropa menghalangi upaya Presiden AS Donald Trump dan mengunci diri dari perundingan damai Ukraina dengan memutus kontak dengan Rusia. Presiden Putin mengatakan Rusia siap jika harus berperang, saat ditanya reporter mengenai pernyataan di media Rusia, Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto telah memperingatkan Eropa sedang mempersiapkan perang melawan Rusia.

"Jika Eropa tiba-tiba ingin berperang dengan kami dan memulainya, kami siap sekarang juga," tegasnya, melansir Al Arabiya.

Pertengahan bulan ini, Sekjen NATO Mark Rutte memperingatkan Rusia bisa berada dalam posisi untuk menyerang aliansi itu dalam lima tahun, mendesak sekutu meningkatkan pengeluaran pertahanan dan memperkuat daya pencegahan, dikutip dari Anadolu.

Menariknya, Presiden Putin dalam konferensi pers akhir tahun di Moskow pekan lalu mengatakan, AS tidak menganggap Rusia sebagai lawan atau musuh, alih-alih NATO yang 'diciptakan' Washington malah bersiap berperang dengan Rusia.