Liburan ke Korea Selatan Semakin Diminati, Turis Indonesia Cetak Rekor Kunjungan
JAKARTA - Jumlah pelancong asal Indonesia yang memilih Korea Selatan sebagai destinasi wisata diprediksi akan mencetak sejarah baru pada penghujung tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta, diproyeksikan angka kunjungan wisatawan dari Indonesia bakal menembus angka 360 ribu orang, melampaui target tahunan yang sebelumnya dipatok pada angka 300 ribu kunjungan.
Tren positif ini menjadi sinyal kuat kebangkitan penuh sektor pariwisata kedua negara pascapandemi COVID-19.
Hingga Oktober 2025, catatan KTO menunjukkan sebanyak 301 ribu warga Indonesia telah menginjakkan kaki di Negeri Ginseng. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang menyentuh angka 273 ribu orang, terdapat pertumbuhan signifikan sebesar sepuluh persen.
Catatan ini menempatkan Indonesia pada posisi ke delapan dalam daftar penyumbang wisatawan global terbesar bagi Korea Selatan. Dengan rata-rata kedatangan mencapai 30 ribu orang per bulan, target 360 ribu kunjungan di akhir Desember 2025 diyakini bakal terlampaui dengan mudah.
Baca juga:
Direktur KTO Jakarta Office, Kim Jisun, mengungkap bahwa lonjakan ini dipicu oleh sinergi kebijakan pemerintah dan masifnya promosi di Indonesia. Kemudahan akses transportasi menjadi kunci utama, terutama dengan dibukanya rute penerbangan langsung Bali – Cheongju serta peningkatan konektivitas dari berbagai bandara internasional di daerah.
Selain itu, kebijakan pelonggaran persyaratan dokumen visa dan stabilitas tren Korean Wave (Hallyu) di Indonesia turut menjadi katalisator utama yang menjaga minat publik tetap tinggi.
“Terdapat banyak faktor yang memengaruhi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea, baik dari kampanye Korea Tourism Organization di Indonesia maupun kebijakan dari institusi pemerintah lainnya yang mempermudah perjalanan wisatawan Indonesia ke Korea di tahun ini,” kata Kim Jisun melalui siaran pers kepada VOI, Minggu, 21 Desember.
“Tahun depan, KTO akan terus melakukan berbagai inovasi kampanye untuk mempromosikan pariwisata Korea dengan tema-tema tertentu, serta KTO juga berharap dapat bersinergi atau bekerjasama lebih kuat dengan berbagai pihak untuk mempromosikan wisata Korea kepada wisatawan Indonesia,” tambahnya.
Menatap tahun 2026, KTO Jakarta berencana menggeser fokus promosi ke arah wisata tematik yang lebih spesifik. Jika selama tahun 2025 kampanye didominasi oleh acara besar seperti Korea Travel Fair dan KTO Fun Run, ke depannya promosi akan lebih banyak menyoroti sektor kuliner, wisata keluarga, MICE, hingga Korea Medical Wellness. Fokus baru ini bertujuan memperkenalkan Korea Selatan sebagai destinasi unggulan untuk perawatan penyakit dalam di kancah global.
Pengumuman resmi mengenai total capaian akhir tahun 2025 sendiri dijadwalkan rilis pada Februari 2026 mendatang sembari memantau dinamika pasar wisata internasional.