Israel Gempur Lagi Lebanon Jelang Deadline Pelucutan Senjata Hizbullah
JAKARTA - Israel melakukan serangkaian serangan udara di Lebanon selatan dan timur pada Kamis menjelang tenggat waktu untuk melucuti senjata kelompok militan Hizbullah di sepanjang perbatasan yang tegang.
Serangan tersebut terjadi sehari sebelum pertemuan komite yang memantau penegakan gencatan senjata yang dimediasi AS yang menghentikan perang terbaru antara Israel dan Hizbullah setahun yang lalu.
Ini akan menjadi pertemuan kedua mekanisme tersebut setelah Israel dan Lebanon menunjuk anggota sipil ke komite yang sebelumnya hanya beranggotakan militer.
Kelompok tersebut juga termasuk AS, Prancis, dan pasukan penjaga perdamaian PBB yang ditempatkan di sepanjang perbatasan.
Di Paris, komandan militer Lebanon, Jenderal Rodolph Haikal, dijadwalkan bertemu pada Kamis, 18 Desember, dengan pejabat AS, Prancis, dan Saudi untuk membahas cara-cara membantu militer dalam misinya untuk meningkatkan kehadirannya di wilayah perbatasan.
Pemerintah Lebanon mengatakan militer seharusnya telah membersihkan seluruh wilayah perbatasan di selatan sungai Litani dari kehadiran bersenjata Hizbullah pada akhir tahun ini.
Militer Israel mengatakan serangan itu menghantam situs infrastruktur Hizbullah dan lokasi peluncuran di kompleks militer yang digunakan kelompok tersebut untuk melakukan pelatihan dan kursus bagi para pejuangnya.
Militer Israel mengatakan mereka menyerang beberapa struktur militer Hizbullah tempat penyimpanan senjata, dan dari mana anggota Hizbullah beroperasi baru-baru ini.
Baca juga:
Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah mengatakan serangan udara intensif tersebut meluas dari daerah di Gunung Rihan di selatan hingga wilayah Hermel di timur laut yang berbatasan dengan Suriah.
Tak lama kemudian, serangan pesawat tak berawak menyasar mobil di dekat kota Taybeh di selatan menimbulkan korban jiwa, kata NNA.
“Ini adalah pesan Israel kepada pertemuan Paris yang bertujuan untuk mendukung tentara Lebanon,” kata Ketua Parlemen Nabih Berri tentang serangan tersebut dilansir Associated Press.
“Sabuk api serangan udara Israel adalah untuk menghormati pertemuan mekanisme tersebut besok,” sambung Berri selama pertemuan parlemen di Beirut.